Minggu, 24 Maret 2019

SANG HYANG


@LENSPAM

Ibu ,,,
Bolehkah kutulis seribu kasmaranku
Pada bebatuan lumut tembok tua kamar kita ?
Kutahu tak akan tampak bulir airmataku pada kusamnya
Setidaknya telah kubuang sebungkah asa dalam kerontangnya lembar kisahku

Ibu,,
Kau tahu ? Anakmu tersesat pada liuk sulur antah berantah
Tak kudapati warna di sana, bahkan malampun kehilangan hitam dan rembulan
Nun, di sudut bidukku rekah dimakan ombak kemarin petang
Sampanku patah terpental entah kemana

Ibu,,
Anakmu pernah jatuh hati pada lukanya sendiri
Anakmu pernah  terlupa rasanya menarik bibir untuk menyunggingkan senyum
Hari ini anakmu duduk mencangkung menatap langit yang warnanya kehilangan rupa
Ada dia ,, lelaki sahaja tempat asa bersemayam tentang senja kelak

Ibu,,
Tak ada yang berani kulakukan untuk kosong yang bahkan tak bisa kau tambal sulam
Kubiarkan kuil kosong di pojok hatiku tetap lengang
Sudahlah kutitipkan saja kasmaranku pada tembok tua kamar kita
Mungkin dia bisa menjadi prasasti tempat kukenang kembali segala cerita

#jalan_karang

Cc 25 maret 2019