@Lenspam
Masih ada puisi di pojok sana
Daundaunnya memang ranggas
Dahanpun getas siap patah
Akar goyah nyaris bongkar
Musim panas selalu menyajikan bara
Matahari terus menolak awan
Angin lelah siasia tunaikan tugas
Sepertinya angkara sigap berkuasa
Kemarin tinta penaku mati tampaknya
Kertas putihku hitam bak jelaga
Apa yang bisa kutulis kemudian ?
Selain ruang kosong raga tak berjiwa
Di puncak musim semi daundaunku berguguran
Satusatu pergi meninggalkan buaian
Tuhan , Aku tak lelah tetap terjaga
Menjaga jiwaku pada kesadarannya
Sampai puisiku kembali aku diam
Sampai tintaku kembali berpena
Sampai kertasku kembali putih bersinar
Sampai Aku kembali menjadi Aksara
Coretan kosong
Jalan karang Cc 26 April 2019