Senin, 28 Desember 2020

ANTARA JANUARI DAN MARET

Lelaki yang berdiri di bawah hujan
Pekat malam netra lekat mengikat
Sesudahnya terperangkap dalam basah ingatan
Februari lebih sekedar menjadi kenangan


Kulupakan tidak terlupa
Kukenang tidak terkenang
Hanya terus mendekap gelisah sepanjang abad
Tiap kali singgah menyimak abu jelaga


Mati dalam kehidupan atau hidup dalam kematian tidak lagi terasa
Hanya lava meletup-letup menunggu jalan tanpa asa
Simpang demi simpang hanya sekedar kosa luka
Rindu membenam semakin dalam tanpa sempat kusampaikan


Jika kau bertanya apa yang paling kuinginkan saat ini
Aku hanya ingin sesaat saja memeluk lagi dirimu seperti antara januari dan maret
Sesaat saja membisikkan namamu , menitipkannya dalam gulita malam
"Maaf ! Aku belum juga bisa menemukan bahagia yang kau pinta "


@Lenspam jalankarang Cc 29 desember 2020

Sabtu, 26 Desember 2020

CHANGED NOT TO CHANGE

Ada yang akan berganti beberapa hari ke depan
Penghuni jagad sibuk menoreh kesan pesan
Merancang perubahan siap menata satu lagi angan
Berpikul doa diusung berisi harapan 

Hanya aku duduk terdiam di pojokan
Enggan memunguti sisa-sisa pergantian
Doa telah kukhatamkan bagi mereka yang kusayang
Harapan telah kusandangkan bagi mereka alasanku berjuang


Matahari terbit tenggelam di mataku tak ada beda
Bulan datang lalu pergi menggiring bintang
Dari dalam penjara iya sungguh hanya serupa bayangan
Telah tamat itu jam dinding rusak kuhitungi menitnya


Bahkan sebelum mereka sibuk menghitung pergantian


Sumber photo pinterest


@Lenspam jalankarang Cc 27 des 2020

Rabu, 23 Desember 2020

BECAME "A"

Kemarin telah kupatahkan dua tanganku
Kutebas tungkai-tungkai kakiku
Kuiris habis pangkal anak lidahku
Kucor lingga telinga sampai tiada lirih sanggup menyerbu

Yang tersisa hanya dua bola mataku
Ia tengah nanap menangkap  warna-warni kelabu
Tetesan hujan merembes bumi dengan kepatuhan yang utuh
Tanpa ia tahu, aku selalu saja berkidung kenangan setiap kali ia berkunjung

Tanpa langkah, tanpa suara, tanpa pendengaran ternyata khusyuk
Hanya angin winter sibuk menampar-nampar dua sisi pipiku
Mereka tengah bercengkrama dengan bathinku
"Seperti ini bukan ? Sejatinya dirimu ?"


@Lenspam Cc jalankarang 23 des
 2020

Sumber photo : pinterest

Selasa, 22 Desember 2020

PERNAH


Mereka pernah punya sunset di sini
Lalu lintang-pukang usai poranda semua mimpi
Pernah ada cerita di sudut sini
Bagaimana markonah menggoreng hati bambang sampai garing

Pernah ada sunset di sini, bercerita tentang kisah kalut
Pernah ada sunset di sini, berteman kudapan masa lalu nan butut
Pernah ada sunset di sini, sebelum markonah menendang bambang sampai kalut
Ah, markonah..., Markonah..., Kapan kau berhenti menjadi bajingan busuk ?

@Lens Pam jalankarang Cc 28 sept 2020

SELINTAS DOA


Kulihat cangkir retak belah
Lelehan kopi rembes sebelum tumpah dari sela
Bercampur semut dari gulanya yang kelewat banyak
Bercampur beling dari retakannya  yang parah

Adu argumen sang pemilik termos panas
Siapa pantas merebus kembali kopi yang tandas 
Tanpa terminum selain dingin sia-sia
Duh, ayo kita duduk melingkar saja

Kalau perlu kita bikin acara melintas doa
Rip kopi yang cangkirnya retak dihantam bakiak
Jangan tangisi lagi, duduk saja melingkar
Toh, doa akan sampai juga meski hanya selintas

Nanti kita ngopi lagi di tepi telaga warna
Jangan lupa tinggalkan bakiakmu di rumah saja
Cukup kau bawa sepasang kakimu dan cemilan
Asik, bukan ? Menunggu senja dengan kopi dan aksara

@Lens Pam jalankarang Cc 30sept 2020

AYO NAK , TIDUR !



Ayo, nak tidur ! Sudah larut malam
Titipkan laparmu hari ini pada mimpi pualam
Di sana berkeranjang roti bebas kau santap
Juga susu kotak strawberry yang selalu kau impikan 

Ayo, nak tidur ! Sudah jelang dini hari
Titipkan rindumu pada sinar bulan malam ini
Akan kusuruh awan bergeser agar tidak menghalangi
Dan rindumupun sampai pada hatiku yang sepi

Ayo , nak tidur ! Embun sudah hampir datang
Istirahatkan segala kata lelah dan luka yang sesiangan tadi datang
Esok, kita jemput matahari di tempat kita biasa mulai berjalan
Bawalah sebanyak bekal untuk kau pulang

Ayo, nak tidur ! 

@Lens Pam jalankarang Cc 03 okt 2020

KURUSETRA


Kau, ingin kemana pergi ?
Ke kanan ? Atau ke kiri ?
Semua jalan ada resiko pasti
Aku memilih diam berdiri memanggul lava di hati

Kau butakan mata dengan telinga menuli
Kau sumpal hati dengan kisah para peri
Kau bungkam mulut dengan bisu paling patri 
Kau beri darah kembali untuk pertiwi

Dasamuka melayang-layang dengan gadanya
Rahwana berteriak lantang seakan korban sang rama
Aku , kamu , kita, kalian hanya sudra yang terbakar angkara
Saatnya maju membakar ladang gulma sampai purna

Tuan-tuan, kelaparan kami  akan menjadi senjata mumpuni
Menjelma panah, tombak , parang bahkan api
Tuan-tuan, kesakitan kami akan menjadi ladang padri
Ketika tikus-tikus pertiwi akhirnya mati

Kapan itu? Seribu tahun lagi atau tak pernah pasti
Entah, sebab tikus telah menjelma menjadi sengkuni
Usai kurusetra pesta dengan pora dan api
Senyap , anyir menguasai udara sampai mati

Itukah yang kau cari ?

@Lens Pam jalankarang Cc 08 okt 2020

TUAK PALING TUA ITU BERNAMA RINDU



Bermalam tandaskan gelas
Tak juga dahaga itu lepas
Selain kian mabuk mencari wajah
Kesal, ingin kumaki waktu yang payah

Gemerisik lembut dedaun beringin
Dahan-dahannya getas dimangsa angin
Bahkan musim gugurpun enggan kemari
Musim panas belum ingin pergi

Kemarin emak kembali bersuara pasrah
Nampaknya ia juga lelah
Bertanya kapan bungsu usai mengembara
Bertanya kapan bungsu kembali pulang

Mak, bungsumu masih asyik mabuk 
Menenggak tuak paling tua bernama rindu
Patah adalah ketika ia tak lagi punya tuju
Selain satu toga ananda dipucuk rambut

"Aku masih sanggup merindukan kalian."

@lenspam jalankarang Cc 17 okt 2020

SAAT MEMULAI SAAT MENGAKHIRI



Malam hening bersaput angin
Tanpa warna biru juga putih
Satu-satu slide kita berpilin
Aih, benarkah pernah ada taman bunga kemarin ?

Biduk usang dimulai dengan satu kayuh
Mengarungi riak ombak mencari tempat berlabuh
Mencari lengking camar juga barisan nyiur
Tempat kupulang setelah penat hidup bertempur

Biduk retak dayung patah dihantam ombak
Tinggal keping papan menuju serpihan
Cepat sekali badai menerjang segala semangat
Dan catatan kitapun menjadi bubur dibekap lautan

Untukmu yang akan segera menjadi catatan silam
Ini memang waktu tepat menamatkan putaran
Ayo berenang dengan tolak arah
Tuan ke utara, biarlah puan ke selatan

#sayonara

@lenspam Cc jalankarang 22 okt 2020

AKAR - AKAR MUDA


Matahari terbit dari balik dinding-dinding beton
Masih pagi, sinarnya  telah pongah menantang pucuk embun pada kaca-kaca megah
Vitamin D raib direbut karbon monoksida
Sia-sia berjemur mencari penguat kulit dan tulang

Akar-akar muda di rumpun zaman yang mulai tengik
Nafasnya kembang kempis mencari murni hawa seperti mereka dulu yang berteriak lantang menggaungkan sumpah
Suara mereka bisu berganti teriakan jempol dan layar sempit
Lawan mereka bukan lagi marsose mabuk, melainkan tikus-tikus keparat

Akar-akar muda jangan habis semangat
Berjuang saja seperti mereka dulu melawan tirani
Cari cara senyaman kau bisa
Dan satukan tekad purnakan kembali gaung sumpah

"Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia."

"Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia."

"Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."

Akar-akar muda jadilah rumpun perkasa 
#sumpahpemuda
#coretankantuk

@lenspam jalankarang Cc 29okt 2020

SURAT KEPADA ANTAH DI BERANTAH



(sebuah gores kepada T.A)

Ini hanya soal sebuah jalan yang tidak pernah bisa disamakan. Ketika kita akhirnya menyadari.... luka telah begitu parah membebani langkah kita.  

Kau tahu ? Banyak sekali rasa sakit dan kalah yang harus kusimpan untuk sampai ke titik ini. Titik di mana aku benar-benar telah ikhlas melepasmu. 

Jikapun ada yang masih ingin kuminta darimu saat ini. Itu hanya satu.

Tolong jangan pernah kembali lagi. Seperti kembalimu yang kemarin itu.

Kali ini, pergilah dengan nyata. Pergi sampai semua lukaku mengering. Dan aku bisa kembali menatapmu dengan hati sebelum segalanya dimulai. Menjabatmu dengan ulas senyum seorang teman. 

Itu saja. Kupastikan kau akan jadi masa silam, yang akan kukenang dengan senyum tanpa penyesalan , seperti aku mengenang mereka.

@lenspam jalankarang Cc 01 november 2020

SEHARUSNYA CINTA MENJADI DADA YANG LAPANG


(Inspirasi dari sebuah bait puisi milik Mas , izin pakai nggeh)

Perihalmu bukan tentang aku
Sekalipun tak pernah perihal  aku
Tertawa dalam heningnya kabut
Menangis dalam rimbunnya kalut

Seharusnya cinta bisa mengepakkan sayap kupu-kupu
Menjadikan kita terbang mengitari taman bunga berhelai kuntum
Menggoreskan cerita berdurasi asa yang padu
Melapangkan segala dada berombak kemelut

Seharusnya cinta bisa menjadi ruang beraroma buhur
Menyandingkan doa-doa tentang senja emas di penghujung 
Menyamakan detak hingga kita punya persamaan waktu
Duduk berdamping dengan cerita tentang mawar ungu

Cinta tak pernah bisa melapangkan dadaku 
Cinta yang kupeluk berduri dan busuk
Bertahun membuatku sesak lalu pilu
Seharusnya cinta menjadi dada yang lapang, untukmu untukku

#goresankosong

@lenspam jalankarang Cc 07 nov 2020

SILENT PAIN

SILENT PAIN

Menatap jauh ke Lembah jingga Kita
Kuingat, Matamu pernah  mengejora dalam rasuk jiwa
Kugenggam sekalung asa bertalam abadinya cinta
Re, kelak pada waktunya Kamu dan Aku akan menjadi Kita

Tiga ratus enam puluh purnama bagian kita berkisah
Re, tidakkah Kau rindu bersamaku memerangkap kunangkunang?
Menjadikannya lentera terindah penghias sudut kamar
Ah, tidakkah Kali ini Kau terlalu lama menghilang ?

Aku kelu mengejawantah deru nyeri di Sudut jantungku sendiri
Diamdiam membodohi asa kelak kau Akan kembali
Duduk tepat di Sampingku menatap ngarai ini
Sambil nikmati sayup seruling senja berkidung mimpi

Aku tak letih menanti dan mencarimu meski sampai ke Ujung matahari
Sungguh Re, jika tentangmu, tak lagi kukenali rasa letih
Aku hanya tak paham bagaimana rasa nyeri harus kuusir
ketika rindu setara godam menampuk sekujur bathin

Re, sampai dini hari Aku masih sering terjaga dalam tandang tempat kita
Menatap kosong pada ngarai , berharap waktu kembali ke detik saat kita berdua
Berandai andai, kala itu Aku tak perlu memberimu luka
Mungkin saat ini Aku dan Kamu tengah bahagia menjadi Kita

Bukan sesunyi luka seperti yang saat ini kubawa sepanjang hayat
Pulanglah, Re ! 

 #lenspam  Jalan karang Cc 04 juli 2019

PANGKALAN JATI


Sesekali masih merindukan sudut-sudut nya
Jejeran akasia di antara desing polusi udara
Genangan air coklat sehabis sore hujan menggila
Raung canda senyum simpul lirik mata

Dia pernah ada , kemudaannya cerlang membintang
Di tangannya , serangkum edelweis tersipu terulur
Dalam acuh gerak, rasa meruah ,Abadilah 
Ayo kita berjalan perlahan melawan hujan

Ujung-ujung malam sontak khusyuk menitip sujud harap
Yaa rabbii,, jadikan kami sepasang bahagia
Takdirkan kami berikat kembang nirwana
Doa melangit burai merencah nyata  

Dia pernah ada, merangkum peluk dengan air mata di dada
Meminta janji musykil  di ujung sua meratap
Bahagialah ! meski bukan tanganku yang menggenggam
Keping kristal terakhir mendebu seiring salam perpisahan

Ada yang tak pernah bisa dikembalikan 
Tentang subuh atau siang atau sore yang terlewat
Nikmati saja senja  hari ini , dalam bingkai kenangan
Sebentar lagi malam akan menuai perjanjian

Belum juga mampu tertuai janji bahagia
hanya sesekali detak kerinduan 
Pada sudut -sudut  pangkalan jati sehabis hujan
Dan keremajaan kita berdua
Rapi menjadi simpul penutup kisah

"bahagialah ! Akupun akan lebih bahagia"

@Lenspam jalan karang Cc  03 Juni 2020

Senin, 21 Desember 2020

KEPADA SEMUA HATI YANG DIKALAHKAN



Para pemilik kehilangan 
Kemarin serupa mimpi indah, bukan ?
Duduk manis meronce senja yang segera datang
Jemari berkait enggan terlepaskan

Sampai kita terlupa ada beliung bernama takdir
Tuhan sengaja hanya menitipkan kasmaran sedetik
Lalu membiarkan waktu merompaknya sampai habis
Senja yang kita tunggu lebur menjadi serpih

Kalian pemenang ketika takdir mengalahkan
Cinta sejatinya tidak mati meninggalkan 
Ia hanya berpindah tempat keabadian
Menunggu sampai bila jemari kembali bertautan

Aku iri, tidak salah bukan ?
Kekalahan kita sama dengan visual langit dan kerak buana
Saat aku tersenyum menguatkan jiwa
Sejatinya aku sedang sibuk menghibur rasa

"Aku tak pernah punya kisah sehebat kalian"

( Untuk semua sahabat-sahabat hatiku. Selamat malam , mimpi indah dengan orang-orang tersayang kalian )

@lenspam jalankarang Cc 24 november 2020

Minggu, 20 Desember 2020

KOSA TANPA KATA

KOSA TANPA KATA

Kabut pagi ini menindih kantuk
Terbata mengeja gurat lelaku waktu
Bangun, menata hari kian semrawut
Satu lagi kehilangan tanpa tahu apa yang dimau

Letih menyobeki setiap helai penanggalan
Tak sekalipun menit beranjak ke titik tujuan
Sabar ! Kau ditakdirkan mengingsut bukan berlari lesat
Nikmati saja ! Kunyah setiap detik sampai lumat  dan telan

Kabut masih mengambang di seputaran chiayi kota
Rindu segera saja kehilangan kesabarannya
Serapah kosa sumpah kata telah tersumpal membungkam rasa
Sia-sia, sepi dan kabut pagi ini mewakilkan segalanya

(Sesekali bertanya dengan nada keluh manusiawi, bukan ?)

@lenspam jalankarang Cc 11 desember 2020