KOSA TANPA KATA
Kabut pagi ini menindih kantuk
Terbata mengeja gurat lelaku waktu
Bangun, menata hari kian semrawut
Satu lagi kehilangan tanpa tahu apa yang dimau
Letih menyobeki setiap helai penanggalan
Tak sekalipun menit beranjak ke titik tujuan
Sabar ! Kau ditakdirkan mengingsut bukan berlari lesat
Nikmati saja ! Kunyah setiap detik sampai lumat dan telan
Kabut masih mengambang di seputaran chiayi kota
Rindu segera saja kehilangan kesabarannya
Serapah kosa sumpah kata telah tersumpal membungkam rasa
Sia-sia, sepi dan kabut pagi ini mewakilkan segalanya
(Sesekali bertanya dengan nada keluh manusiawi, bukan ?)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar