Minggu, 08 Mei 2022

SESAP SAJA DINGIN KOPI KITA

SESAP SAJA DINGIN KOPI KITA 

'KARYA :HERRY SUSENO


Secangkir kopi
yang terhidang di mejamu
Diam diam dingin
seperti hembusan angin
yang menelisik setiap sudut kamarmu
Menyapu mimpi
yang diam diam selalu mengganggu
tidur dan jagamu
Sehingga ketika lelah menghimpit
Dan kantuk mencengkram
Kau pun tak kuasa pejamkan mata

Dapatkah tertidur
dengan mata nyalang?
Sedangkan tiap detak jantung yang selalu kau hitung
tak jua purna
Hidup butuh diperjuangkan
walau tak selalu menang
Tapi diam .....
diam saja
Mengeja hening, karena dia kan selalu setia menemani
Hingga akhirnya
ketika dipenghujung malam kau mungkin dapat berdamai
dengan DUKA


Mari kita bermain kata
Mungkin ia akan menjadi puisi
yang canggung
Tanpa irama bahkan mungkin tanpa makna

Jangan kita membebani lagi
nurani kita dengan keinginan
Yang malah akan membuat kita semakin jauh
dari arah yang kita tuju
Walau mungkin kita
tak sungguh sungguh tahu
Kemana kita harus melangkah

Ataukah mungkin
engkau, ya kamu
Ingin sekedar duduk tetirah di persimpangan
Sambil diam menghayati
alun gelombang dalam dada kita
Ya kau lihatlah!
Ada laut ada gunung dalam diri kita
Yang menanti untuk dijelajahi

Tidak
Tidak
Jangan kau kira aku sedang menulis puisi cinta
Usia ku terlalu tua untuk menyandungkan cinta
Biar saja cinta
hanya untuk remaja remaja yang belum tahu
Bahwa hidup jauh lebih besar dari itu
Dari cinta ?
Mungkin tidak juga
Karna bukankah semesta tercipta karena cinta
dari Sang Maha Cinta

Ah sudahlah
Kita bermain kata
Karena semakin lama
Ternyata kata semakin kehilangan makna


SOMEWHERE. 09 MEI 2022

pict by ROZA from pinterest

Sabtu, 01 Januari 2022

LONELINESS



Mereka mengeringkan air matanya
Dengan dedaun sepanjang musim
Dengan desiran angin berudara tuba
Dengan kungkungan awan kehilangan putihnya

Mereka sembunyikan semua rasa tentang aku dirinya
Melangkahi karang sampai bongkar dan meleleh itu darah
Memunguti kerikil jalanan demi menyambit lukanya sendiri
Melukis sepinya demi mencari peluk bagi deritanya

Ayat ayat cinta telah purna lenyap usai menipiskan dinding hati
Meninggalkan retakan tipis bernama sunyi
Kenangan hanya sekedar bangku tua kosong tanpa kisah lagi
Di situ pernah berjejal pertemuan sebelum perpisahan 

Mereka kerap berkumpul disana dengan sekeranjang cerita
Cerita tentang negeri nun jauh bernama kampung halaman
Tentang wajah wajah samar bertitle sanak kadang 
Lalu menutup asar dengan jiwa sarat berbongkah rindu tanpa muatan

"Mereka orang orang gagah berkalung tekad meski berliontin kesepian. Tak perlu kau pahami mereka. Cukup diam, cobalah telan sendiri jari telunjukmu !!!"

@Lenspam #jalankarang kyc 01 JANUARI 2022

Pict koleksi pribadi