Sabtu, 30 Juni 2018

TURN OFF

TURN OFF

Lena Pamungkas

(repost from my blog vina-haliza.blogspot.com  )

Kemarin  kembali ke rumah tua itu
Lewat gelombang nirkabel
Pintu pintunya lengang
Jendela jendelanya kusam

"berdiamlah lagi , Ta! kami masih mengharapkan mu untuk mengisi hari hari kami yg lengang ini." Tirainya berkata manis padaku

"Maaf!"
Kata maaf memantul mantul bak bola bekel
Aku hanya sekedar singgah seperti yang kau minta
Kalian telah karam sejak seabad silam
Kata orang bijak hidup itu selalu berwujud pilihan
Pilihanku adalah berhenti dari rasa sakit

Rumah tua berdiam sayu
Kelopak mawarnya yang ranggas gugur berhelai
Kembali kata maaf memantul mantul laksana bola bekel

Entah untuk apa?
Mungkin juga untuk secangkir kopi susu
Yang dulu kerap kami bagi dua di pagi hari
Seraya ia kerap bertutur
Kamu adalah anakku, bukan dia

Ibu , nenekanda dari ananda terkasihku
Ibu, bunda dari orang yang telah menaruh kesumat di telapak tanganku

Maaf! Dan sembah hormatku
Kembali pada kalian bukan lagi sekedar kata kembali

mailiau city 13 oktober 2013

#reminder

Kamis, 28 Juni 2018

CANGKIR RETAK

CANGKIR RETAK


Cangkir tempat bersatu
Tuanglah kopi merdeka!
Boleh pakai moca
Boleh pakai cream susu
Boleh sepahit brotowali
Bahkan kau boleh secanggih sianida

"Tidak ada beda segala kasta, tuang ! Minum bersama sambil bercanda." Kata empu tembikar master piece cangkir

Wadah merdeka
Boleh merapal mantra kidung gula
Boleh meraung sukma tarian serapah
Bahkan  boleh berteriak, "matilah!" Dengan ujung  pengaduk kopimu

Apa saja! Asal kau tanda awal akhir 
Cangkir  kopi yang satu pernah kupuja

Apa saja?
Kopi yang satu?
Cangkir yang utuh?
Aku celinguk,,,
mata sepet atau kantuk menjadi ilusi?

Cangkirmu retak !!
Belah tara amuba
Membentuk genangan dan kotak kotak
Seperti kue pengantin tercabik cabik

Moca
Cream susu
Brotowali
Sianida
Sibuk masing masing dengan genangannya


Aku sendiri lebih memilih sesap teh hijauku

_Kopi pagi_

@lenspam jalankarang Cc 29juni2018 revisi 14 feb 2021

Rabu, 27 Juni 2018

KELELEP

KELELEP

Kamu pelet aku ya
Sampai rindu selalu meledak dari ambang wajar
Iya aku pelet kamu seperti kamu pelet aku
Bukankah cinta adalah pelet paling ampuh untuk bermabukkan
Seperti ikan 2 yang mabuk di hantam portas
Karena cinta pemburu padanya yang ingin tuntas
kalau begitu ayo kita tenggelam saja
Barangkali di dasar sana masih banyak ikan ikan kecil untuk kita bawa pulang
Tapi tak perlulah portas
Aku tak ingin mereka mati sebelum tersentuh
Taruh saja mereka di aquarium paling terang
Peneman tidur kita malam nanti

_seperti bintang_

chiayi city 28062018

Minggu, 24 Juni 2018

Tuan dan Aku

TUAN DAN AKU

Lena Pamungkas

Tak ada sesiapa di sana bukan ,tuan?
Hanya ada kita kalut mengeja eja cerita
Mencoba terus menyulamnya jadi bahagia
Meski nyata di antara bayang mereka

Kalau kamu paham,tuan
Akupun dirimu yang tengah menindih bayang
Telah ku patahkan kemarin sepotong hati berkarat
Semata agar ia tak makin terluka oleh sandiwara

Kita hanya sepasang sayap patah gagal terbang
Kita hanya segumpal awan gagal untuk tetap seputih kapas
Kita hanya sepotong kenangan tak bermakna
Bagi mereka yang kini lebih dari sekedar bahagia

Tapi setidaknya kita telah saling menemukan
Damaiku di bawah asuhan rayu sukma
Suaramu berkilang penuhiku dengan kesejukan
Ku rasa itu lebih dari cukup,tuan

Pada saat yang paling tepat nanti aku percaya
Sayap kita sembuh semula patahannya
Saat yang paling tepat untuk kita terbang
Menjadi segumpal awan di biru angkasa

Tunggu saja, tuan !

chiayi city 25 06 2018

Kamis, 21 Juni 2018

BEREBUT SENJA #2

Berebut senja #2

Lena Pamungkas

Jika bahagia itu sebuah warna dari rangkuman warna warni pelangi, warna apa yang ingin kamu taruh pada bahagiamu?

Bagaimana aku bisa menaruh satu warna pelangi untuk menggambarkan bahagiaku?
Aku bahkan telah lupa sama sekali susunan warna warninya yang indah,
Seperti aku melupakan bagaimana rasanya bahagia itu?

Tapi baiklah,
Adakah jingga terselip di antara lengkung kumpulan warna indah itu?
Jika ada taruhlah warna jingga pada sepotong kisah kita ini.

Kenapa harus jingga?
Karena jingga adalah warna senja kita kelak
Saat kita akhirnya duduk rapat bersisian mengeja jarak dengan sepotong cake di tangan
Dan ku pastikan ada secangkir kebahagian saat itu,
Tepat bukan jika kuingin Jingga mewakilinya?

Tapi? apakah rangkuman pelangi punya warna jingga?

mimpi terdiam ,,
mencoba mengingat

sia sia

chiayi city 22062018

Minggu, 17 Juni 2018

KEPADA M

AKU PUN,,

Aku pun rindu
dengan rindu sedahsyat ledak gunung batur
seperti gelombang sunami menerjang tanah tanah daratan
aku rindu mengulum suaramu di batas lingga telingaku
rindu mengaumkan namamu dalam puncak arus kalbuku

tapi apa yang bisa ku olah dengan rindu ini ?
selain lagi lagi hanya bisa menangisimu

dengan hati patah berderak derak
jiwa rengkah di permainkan aksaramu
airmata sakit di rejam permainanmu

aku rindu
aku sakit
aku lara

dan aku memilih diam

chiayi 18062018

Rabu, 06 Juni 2018

TUSUK GIGI

TUSUK.GIGI

Lena Pamungkas

Sehabis makan
Benalu menyalip di antara geligi
Kau timang aku
Sebelum kau tuding taringku
Tepat pada benalumu

Lega ,,,?
Kau mendesah kenyang dan pongah
Di pojok sana
Keranjang sampah menatapku
Tangannya melambai lambai
Menyambutku masuk ke perutnya

"Dia tak lagi memerlukanmu"
Seringainya dengan geligi busuk bearoma neraka

Aku terbenam
Di antara belatung dan remah makanan
Dengan penyesalan
Di sekujur badan

Andai aku bukan tusuk gigimu

Chiayi.city 07062018

Sabtu, 02 Juni 2018

Lelaki di sampiran musin

LELAKI DI SAMPIRAN MUSIM

Lena Pamungkas

Matanya mengajarkan luka
Tak ada air mata memang
Hanya genangan kecil sebatas duka
Senyumnya simpul di ikat renjana

Pagi tadi ia menjabat tanganku
Di bawanya secangkir kopi ber talam kelabu
Hanya kopi,tak ada camilan peneman celoteh
Katanya, camilanku hapus di ranggas masa lalu

Ia buraikan bebannya di sua kami
Sambil sesekali sipu malu
Maaf ku ketuk rumahmu dengan gelisahku
Tanpa ku bawa  wajah untuk kau kenali

Tak   apalah, ayo berjabat saja
Toh dunia kita   tak perlu wajah
Cukup Rupa yang tertata
Di setiap kalimat kisah kita

Selamat datang

Chiayi 27 05 2018

Buat sahabat baru T.A
Ciayoo   ,, 😁😁😁

END

END

Sayapku pecah
Retak berderak
Kau tak akan.melihat kepingnya di sana
Semua berhamburan di sini,Ta
Di kedua netraku

Setiap retakan adalah kenangan awal
Setiap kepingan adalah episode gula kita
Dahulu sekali sebelum kita mengenal
Apa itu prahara

Kau tahu ,Ta?
Aku mulai merelakan setiap bising
Jerit paru paruku yang kalut kehilangan nafas
Sejak kamu mengepak menuju awan

Aku tak akan menunggu lagi,Ta
Aku dan pantai kita

Pergilah,Ta

chiayi city 1205018

Hujan #2

HUJAN #2

Pulanglah,Ta!
Kau lihat bilik kita sekarang?
Ketika hujan berderak derak resah
Melembabkan kayu kayu lapuk tiang kita

Tidakkah kau lelah di sana,Ta?
Menghitung bintang perpisahan kita
Atau hanya bungkam membungkus rindu
Ayolah,Ta ada saatnya bukan kita merayu

Tidakkah kau rindu hujan kita dahulu
Ketika rinainya menyatukan nafasmu nafasku
Bahkan badainya pun mampu luluhkan mu
Mengapa sekarang kau begitu batu?

Aku menunggumu ,Ta

chiayi city 10052018

Hujan

HUJAN

Sepasukan hujan datang membawa cerita
Jalan kecil bertepi rumput liar
Serangkum mawar bersisa sekuntum
Payung ungu membelah degup

masihkah segala riuh kita semula?
Hujan datang pergi silih berganti
Mengapa kita masih terpaku di titik yang sama?
Tidakkah kau ingin membawaku pergi?

Hingga rasa rawan ini
Tak perlu terus menjadi degup
Tiap kali hujan datang kembali
Membawa cerita tentangmu

Pulanglah,Ta!

chiayi 09052018

DEBUR

DEBUR

Ombak kita pernah setinggi awan
Lalu menepilah kita
Di sisi pantai dengan patahan bahtera
Rengkuh kita masih sekuat karang

Badai kedua datang
Di bawah nyiur kita limbung di terjang angkara
Suara kita mengalahkan guruh dan halilintar
Mata kita setajam pedang siap menebas

Pagi ini aku tergugah, ta
Tanpa kamu di sisi barat pembaringan kita
Tumbangan akar nyiur,serta patahan bahtera
Saksi abadi saat kita saling meninggalkan

Aku masih menunggumu di pantai yang sama
Bukan untuk kembali merajut badai semesta
Sekedar maaf untuk segala yang tertinggal
Maaf!

Karena aku tak pernah berhenti melupakanmu

chiayi citty 07052018

Terlalu pagi

TERLALU PAGI
(sebuah catatan untuk seorang lelaki)

Terlalu pagi kau bangunkan aku dari mimpi.Tidurku semalam belumlah lelap dengan kejaran mimpi buruk yang kau beri.
Tapi baiklah, ku ucapkan terimakasih padamu,karena engkau telah menggugah,menyuguhkan aku secangkir kopi beracun,hingga aku benar benar terbangun,nyalang menatap matahari.
Kemarin embun kesabaran selalu menumbuhkan sayap malaikat di belakang punggungku,dan kunang kunang pengharapan selalu saja mampu menuntun amarahku akan dirimu,hingga tak sekalipun ku tutup pintu penghubung kita.
Tidak hari ini, zie, malamku kemarin adalah lolongan panjang srigala yang kehilangan padang dan gerombolannya,ia tersudut dengan sekujur luka bertaruh di tubuh. Itu aku,
Iya ,Aku! Aku yang telah hilang cara menjadi seorang bidadari untuk iblis bertanduk flamboyan sepertimu.
Hari ini,zie! Ku karamkan sisa sisa perasaanku padamu. Akan ku buang Ia ke langit sana,biarkan ia berkawan dengan bintang bintang dan menjadi hiasan mimpi bagi semua perempuan yang telah kau gunakan untuk menikamku secara perlahan.
Apa yang kau harapkan dari sebongkah kristal yang telah kau campak kesudut gelap ruangan kita ? Aku yakin kau tidaklah bodoh, sesuatu yang telah pecah berderai,lebih dari mustahil untuk kembali utuh, seberapapun keras usahamu untuk memintaku tidak terluka itu tidak akan berhasil.
Pagi ini kau datang menatap aku yang baru, aku yang terbangun dengan sayap retak berderak derak,namun semangat seutuh bulatan matahari itu.
Aku tak pernah mengenal kata lelah,namun aku teramat sangat lelah mengasuhmu dan perempuan perempuan yang sama keparatnya dengan dirimu itu,
Jadi,zie kataku usai ya usai. Aku telah    mengutukmu menjadi prasasti lambang kebodohan manusia yang tak pernah mengenal kata syukur, mengutukmu selama sisa nafas dunia, menjadi lambang kedunguan manusia yang tak pernah mau menjaga miliknya sebaik mungkin.
Aku pergi,zie ,ku bawa mereka bersamaku. Berhentilah merengek dan mengais ludah yang kemarin kau muncratkan bersama serapah ke wajah kami.
Ah! Embun pagi ini menyapaku dengan wajah kudusnya yang baru.menawarkan helaian sayap malaikat untuk ku taruh lagi di belakang punggungku.
Aku bahagia membuangmu.

Salam manis dari wanita yang kemarin kesabarannya kau koyak buas.

Chiayi 31052018

Dedicate buat Mirra makasih inspirasinya 😊😊😉😊😉

SEQUEL

SEQUEL

Lena Pamungkas

Wanita yang kau pinang hatinya kemarin
Ia sedang tersesat ,mencari arah pelangi
Hatinya kopong bermuat pendulum mimpi
Ia pembenci segala asa bermahkota janji

Pejanji pendusta apa bedanya
Ketika mereka sama sama membuang tuai
Melemparnya pada kubangan lumpur
Ah! Tak tahukah bagaimana jiwanya lebur?

Wanita yang kau pinang hatinya kemarin
Bukan tak tahu lagi cara berkasih
Hanya duri mengoyak kalbu kelewat hebat
Ia karam dalam lautan darah dari lukanya

Mengapa tidak begini saja ,tuan?
Diam diam.kita duduk bersisian
Menghitung bintang mungkin
Atau sekedar merapal angin

Jangan beri arah pun nama
Biar saja ia tersesat
Sesesat perasaan wanita bertopi senja
Sesesat perasaan tuan bersuara

Chiayi 02052018

ANTAH BERANTAH

ANTAH BERANTAH

Terkadang aku membayangkan kamu sedang menuntunku,selangkah demi selangkah menuju altar surgawi,membangunkan lelap dini hariku,mengajakku berkidung zdikir mengetuk pintu langit, membuat yang mustahil menjadi mustajab dengan titah kun dari sang penguasa jagad dan hati manusia.


Aku tidak mengenalmu, namamu hanyalah kabut tebal yang melingkari setiap mimpi2ku,wajahmu hanyalah serupa asap meliuk liuk tak berupa, suaramu bahkan setara denging perlahan ,terlalu sayup untuk ku deteksi keberadaanmu.
Tetapi aksaramu serupa candu telah menghisap kesadaranku, menitahku untuk terus limbung mabuk seraya menarikan puisi puisi indah tentang cinta.


Iya kamu, lelaki asing bernama entah,berwajah misteri, bersuara ketiadaan, kamu hanya menari nari di sini,di benak dan khayalanku, membuatku ingin selekas mungkin melempar kesuramanku akan hari kemarin.


Menjelang malam ,setiap kali warna jingga menyapuku dengan semburat cahaya redupnya, jiwaku mulai saja berontak, ia terbang mengepak ,sibuk mencari kamu yang entah di mana semayammu.


Ku bayangkan kita di sisi beranda ,menikmati malam yang turun dengan segenap damai di dada.


Maukah kamu bergegas datang? Keluar dari khayalanku, sambut segala pasrah yang ku punya? Lalu tuntun aku seperti raja menuntun sang ratu?


Aku lelah menjadi sendiri seperti ini,aku lelah menangisi setiap duka yang tak tahu diri,datang setiap saat dengan cambuk berapinya.


Aku rindu bahu bidangmu yang nyaman, tempat ku tumpahkan segala ketakutanku bertahun tahun ini.


Kadang kau menjelma di antara wajah wajah asing yang tak ku kenal,ingin sekali ku sapa dirimu,sekedar hai, atau lambaian tangan saja,yang penting cukup kau tahu aku ada,dan diam diam memperhatikan,betapa indah dirimu.


Dan berharap,ada kisah yang segera terurai di antara kita,
Hai kamu, maukah kamu sejenak menolehku? Sedetik saja kurasa cukup.

#jalan_karang

Chiayi 23 may 2018