Sabtu, 27 Juli 2019

GERIMIS

Kucinta kau dengan jiwa
Di manapun kau tengah menatap awan
Pastikan akupun tengah menatap awan yang sama
Seraya menyelipkan doa tentang satu sua

Aku pernah menantimu berpuluh tahun
Menitipkan rinduku hanya pada tiap untaian daun daun
Aku masih sanggup menantimu sampai seribu tahun
Tenanglah kau menjalani bahagia mu

Gerimis malam ini hanya bersisa gelisah
Mereka mengantarkan kabar tentang kenangan kita
Mereka mengekalkan luka aku yang pernah membiarkanmu meninggalkan
Mereka,,, kurasa mereka tengah menangis bersamaku dengan diamnya

Aku pernah menggantimu dengan seratus wajah kekasih baru
Mencoba melipatmu serapi mungkin dan menaruhnya baik baik dalam ruang kalbu
Sepertinya aku bisa sampai malam ini denyar gerimis datang dengan kalut
Bertanya padaku, apa melupakanmu sesulit itu ?

@lenspam jalankarang 27 Juli 2019

Kamis, 25 Juli 2019

UNTITLE

UNTITLE

BY: HERRY SUSENO

SATU KATA ITU
BERNAMA RINDU
YANG DIAM DIAM MENYERGAP
LALU MENERKAM KU KALA LENGAH

MENYODORKAN BAYANG BAYANG
YANG ENTAH BERAPA LAMA TERPENDAM
DALAM LUBANG BERNAMA MASA LALU
WALAU KADANG DIA TERUSIK DALAM JAGA
DAN MENYODORKAN PERIH YANG MASIH TERASA

SATU KATA ITU
DINAMAKAN RINDU
ENTAH OLEH SIAPA

YANG SERING KALI MEMBUATKU TERJAGA
MENGGAPAI DALAM KELAM
KELAMNYA NURANI KELAMNYA SANUBARI
MEMBISIKKAN SEBAIT HARAP PADA HEMBUS ANGIN
YANG ENTAH BAGAIMANA TETIBA MEMBISIK DI SISI MALAMKU
DIAM ...... DIAM ......
HINGGA TAK DAPAT KUBEDAKAN WAKTU YANG LAMPAU DAN KINI

SATU KATA ITU
ENTAH MENGAPA DINAMAKAN RINDU
ENTAH OLEH SIAPA
ENTAH DENGAN SEBAB APA

TAPI SERING KALI TETIBA HADIR
TANPA PERNAH KUINGINKAN
SEGARIS LUKA YANG TAK PERNAH BENAR BENAR KERING
SELALU SAJA MENGALIRKAN LAGI
SETETES DUA TETES DARAH
NYERINYA ITU, TAK PERNAH MAMPU KUREDAM
SETELAH DUA DASAWARSA BERLALU

SATU KATA ITU,
DUH GUSTI ......
MENGAPA DIA HARUS BERNAMA !

Jumat, 19 Juli 2019

FIELD


Di pintu musim panas Kita singgah
Menatap bunga-bunga mekar beraroma surga
Mengantongi angin kita jadikan serenada
Bertaut janji Akan kita kejar sebuah senja

Musim dingin lekas menimbuninya dengan salju
Bunga bercoret saga putih membeku
Angin rombak tersangkut di ranting sedu
Melepasmu , melepasku, tinggallah padang sendu

Musim semi tak akan mampu mencairkan kutub
Musim panas hanya meranggaskan kenangan, bukan bisuku
Padang impian semerta lenyap tak bertuju
Tanpa Kau tahu , Aku masih terpaku menunggu

mungkin senja yang pernah Kau janjikan Akan datang jua
Padang bunga kita kembali penuh dengan ribuan mawar
Salju lenyap kembali pulang tanpa salam
Sebelum sadar Aku hanya sedang berkhayal

Seperti biasa ,,,

@Lenspam Jalankarang 19 Juli 2019