Senin, 15 April 2013

titik

kapan,,,,????
harus kuayun balik,,,????
jejak jejak ketegaran,,,
yang pernah ku ukir
ku pahat pada sepanjang musim formosa,,,,

jangan hantar aku pada batas itu,,,,!!!!

jangan sekarang Tuhan,,,,!!!
biar ku genggam sejenak kehangatan bunga liar dalam hatiku,,,,dalam hatinya,,,,,


jika ini salah,,,,
bukankah cinta tak pernah salah,,,???
lalu apakah karena ini,,,
karena kukagumi pendar dua kejora ciptaanmu,,,,

lalu engkau lempar aku pada tepi jurang ,,,,,,
kematian tak berdasar,,,,,

bukankah cinta itu hakiki,,,,?????
haruskah kupilih pada hati mana ia kutancapkan,,,..??

ini salah,,,,tapi ini benar,,,,
rasaku lebih menggurat jarem,,,,
'aku mencintainya,,,,'

bukankah engkau bilang cinta tak pernah salah,,,???

raga,,,
kurasakan kian tak meraga,,,
inikah kehancuran perlahan,,,????
ouh,,,,!!!!
aku tak hendak pergi ke titik itu ,,,,
aku ingin diammm,,,,
sejenak membenah segala karut buku kehidupanku,,,,

harus bagaimana,,,???
dengan apa,,,,....?,,
kuterabas,,,
ku punah,,,,
benang benang takdir yg kau lilit sekujur perjalananku


sesungguhnya,,,
aku takut,,,,
tak sempat lagi menatap matahari esok,,,
tak sempat lagi,,,
berbisik di telinga,,,
"cinta tak pernah salah
cinta keniscayaan
dan mencintaimu adalah hal terindah yg pernah ada
duhai wanitaku,,,,"

>dedikasi wat cie cieku sayang,,,,
manusia terlahir dengan kodrat yang tersandang,,,
manusia terlahir,,,
bukan untuk menuding saling menghakim
aku di sisimu sebagai sahabat,,,,
kuatlah engkau,,,!!!
memeluk segala ketakutanmu,,,,
percaya,,,,!!!
miracle its not imposible think for god

ciayooooo,,,,,,!!!!!

Selasa, 09 April 2013

patah






Tentang amarah,,,


Ilalang,,,
Nyata tuk terbuang,,,
Ilalang,,,,
sepi tak berkawan,,,
Desau,,,
Mengusik lirih,,,
Menangiskah,,???
Telah tertebas
Segala kasmaran....
Tinggallah luka,,,
Tinggallah airmata,,,
Ketika seribu aksarapun,,,
Tak lagi mampu wakili rasa ini,,,
Teriak dalam lelah dan sepi,,,
Hanya angin menemani,,,
Kemana mereka pergi,,,???
Duh,,,
Bunda,,,
Izinkan ku taruh sejenak lelah dan penat jiwa,,!!!
Di pangkuanmu yang halus,,,
Hingga ku terlupa
Pada airmataku sendiri,,,

>mailiau 02042012<

ombak

tentang aku

riak membuih,,,
sekejap terseret,,,,
memeluk kekasih,,,
berpasir putih ,,,,,
lalu kembali,,,,
terseret taqdir,,,,,

kutenggelamkan,,,,
bahtera,,,,
pada fajar bening,,,
mendarah batin,,,
ia yang tercinta ,,,,
memelukku,,,
polos matanya,,,
tanpa butir air mata,,,
nanda,,,,
harusnya,,,
ketegaran itu semata,,,
milikku,,,

ku coba,,,,
taklukkan karang,,,
pada sudut sudut riadh,,,,
burdha burdha hitam,,,
seringai lapar para sang baba,,,
kemarau abadi kotamu riadh,,,,
terkenang,,,
membekas,,,
mengingat,,,
'betapa berharga sang tercinta'

badai melemparku,,,,
menyapu sudut sudut dolio,,,
mataharimu,,,
terindah dalam renjana budak nestapa,,,

aku mengalun,,,,
memeluk sudut mailiau,,,
karang ini,,,
karang ini tak bertenaga,,,

tapi mengapa,,,???
menguras segala rasa,,,
habisss,,,,

dan aku menderu,,,
kehilangan emosi,,,

apakah,,,
aku akan sampai kembali ,,???!

pada titik ketika
kupeluk kekasih
berpasir putih,,,,,???

26 juni 2015

menantimu dalam degup...
tunggu aku nanda,,!!!
tunggu aku bunda,,,

>kan ku tunai segala nestapa ini<


angan







telah sampai kembali,,,,
ragamu,,,jiwamu,,,cintamu,,,
sementara aku membisu,,,
membatu pada ribuan keluh tak berpusara,,,,

melepasmu itu kepastian,,,
seperti janji yang kurangkai pada silam senyum kita,,,

bukan begini,,,
bukan amarah tiada akhir,,,
bukan ,,,,
kekasih,,,,

aku ingin tersenyum,,,
ketika kita urai segala aksara kita,,,

sudahlah,,,,
keranda telah tercipta,,,

kulupakan engkau,,,
kulupakan engkau,,,


>renato<

selamat menempuh bahagia hakikimu,,,,
air mata,,,
kado paling indah untukmu
maafff,,,!!!!
jika detik inipun,,,
tak mampu ku maafkan caramu berlalu,,,,

Sesosok bayang bernama :entah!

OLEH :  HERRY SUSENO

bayangmukah
disebrang gulitanya malam
tersenyum lambaikan tangan padaku
aku yang hingga kini bernama :entah

mencari sepercik cinta di tiap mimpi
sepenghujung jalan yang telah lelah kutapaki
dan kau, tak jua membentuk nyata
sosok bernama :cinta

kau, sanggupkah rasakan dinginnya hati
yang merindu begitu getasnya menyebut namamu selalu,
mengejanya huruf demi huruf
dengan bibir bergetar
kau selalu saja kau
bayang bayang khayal di ujung lamun
berbingkai serpihan mimpi
tak kunjung usai kurampungkan

:tak!
mungkin aku tak hendak berteriak
kepada bintang
pun jua purnama
walau luluh lantak hati dan jiwa
dalam lelahnya penantian tak berujung
mengetuk pintu hatimu dengan bergetar

kau lihat jari jemari ini
gemetar setiap kali coba mengetuk pintu hatimu
yang demikian rapatnya kau kunci

:cinta
sebentuk kata itu
mungkin tak cukup memiliki makna bagimu
setelah sekian luka yang bertubi
menikam hatimu
aku
sungguh terlambat kedatanganku
mencoba membasuh luka
yang telah demikian menanahnya
di dalam hatimu,
memborok dan membusuk

tapi tolong sekejab saja
lihat mataku yang nanap
sarat dengan tangis dan pedih
mencoba sedikit saja mencuri sejumput dua jumput rindu
yang mungkin masih tersisa
di bilik bilik ruang hatimu
sedetik dua detik kesempatan bagiku
menatap bintang yang berbinar dimatamu
serta seulas senyum di manis bibirmu
untuk ku simpan dalam
dalam di tempat
di suatu tempat dalam ruang hatiku

tapi, duuuuuh betapa mahalnya,
betapa sukarnya,
betapa hampir tak mungkinnya
bagiku menatap dalam dalam telaga bening
matamu senyum mawar
di bibirmu dan
membuatmu tetap menjadi bayang bayang
di penghujung mimpiku betapa samar,
betapa tak terjamah betapa nisbi betapa...................
menyakitkan