Minggu, 31 Januari 2021

CRACKED CUP



Menuang rindu sepekat robusta
Pada cangkir retak terbelah
Untuk kalian , ya ! Kalian
Yang telah menaruhku di sisi jalan

Berteman sesat di hutan kelam
Rinduku tumpah diluap udara
Bahkan gelisah tak lagi bernama 
Mereka telah buyar menjadi asap

Berpuntung sesak penuhi otak
Paruparu lelah berteman arang
Gemintangku redup disaput tanya 
Bulanpun suka rela berkhianat

Rindu telah kutuang semanis jiwa
Kelak mungkin ketika raga sirna
Akan sampai juga pada kalian
Maukah saat itu kalian paham ?

Bahwa Aku pernah berjuang
Bahwa Aku pernah melanglang
Bahwa Aku pernah kalian Sayang
Sebelum Aku terbiar di tepi malam

Nafas serupa helaian daun kerontang
Menunggu angin datang menyapa
Membawanya singgah dan menetap
Di pelukan bunda segala nyawa


"Here when i m tired to be your angel
I put the tears to shoulder of wind"

@lenspam jalankarangCc 29 Januari 2019


Pict by pinterest

Rabu, 27 Januari 2021

ANGIN



Masalahnya ada di angin 
Ia menampar sesuka hati
Inginnya kumaki lalu kubunuh sampai mati
Tapi nanti aku kualat , sebab berarti aku memaki sang illahi

Masalahnya aku tak juga bisa berdamai dengan dinginnya
Bahkan geligikupun sekarang sibuk berontak
Mencucuk-cucuk otak setiap kali angin bertandang ke wajah
Ah! Menjadi renta menyusahkan sangat
Aku tak lagi nikmat menjadi mellow ketika angin berbicara

Tulangku gemerutuk ikut menderita rupanya
Hidungku membatu nyaris seperti es batangan
Belum itu telapak kaki anyeb padahal kaos kaki rangkap
Dan perutku, tuhan,,, perutku seperti kain lembab tak sedap di rasa

Jadi nong, mana yang ingin kau pilih untuk bergenjat senjata 
Dalam perang waktu yang tak kenal jeda ?
Bongkah kerikil beling bercampur karang 
Atau tamparan angin yang datang bersama es kutub utara ?

"Jalani saja ! Jangan bermimpi untuk menjadi pemilih, masamu memilih sudah telat"

@lenspam jalankarang Cc 28 januari 2021

Pict : pinterest

Minggu, 24 Januari 2021

DEJAVU



Malam kosong
Lorong waktu
Menimbun kopong
Teriak bisu

Lelaki tuba
Luka bicara
Aku koyak
Meretak kaca

360 kali lima
Neraka hakiki
Enggan kembali
Aku lelah

Aku durjana?
Meremas asa
Merungkut duka
Tetap meluka

Kocar kacir
Semangat ambyar
Melangkahi dejavu
Lelah, boleh ?

@lenspam jalankarang 19 desember 2019

TERGANTI



Kau mengira tak ada usai, tuan
Inilah usai ketika matahari ranggas
Mengusir dingin yang kemarin bungah
Tak berbekas meski angin mencucuk ganas

Aku menghangat di tengah winter nan hebat
Tangannya adalah bulu cerpelai lembut mengusap
Sesederhana duha mengusir sisa udara fajar
Ia tanamkan arti mencinta tanpa melaknat

Sudah kulupa setiap kelebat sungging kita tentang senja
Sudah tercerabik segala luap tentang batara kala
Tak ada debu pun arang , kisah puan punah bertawar rasa
Melengganglah dengan damai seperti kala tuan tiba di awal cerita

Kelak mungkin akan ada jabat kembali antara kita
Seperti pelancong bertemu di ruas dermaga
Tuan menatap lalu mencibir sebelum sebat sempurna 
Aku, dia , kami memulai cerita kita yang sirna

@lenspam jalankarang Cc 27 desember 2019

SOMEWHERE IN THE GOLD EVENING



Bukankan senja itu selalu indah, za
Bahkan ketika hanya sepi menemani hadirnya
Warna emas yang berebut tempat dengan malam
Tak pernah gagal mengingatkan diri akan rindu pada kampung halaman

Kita tak pernah punya senja , di mana kau dan aku duduk berbagi cerita seharian
Lalu bersiap menakar rancang asa tentang esok yang lain
Yang kita punya hanya patahan-patahan angan berderak buyar di rampas realita
Senyumpun tak lagi yakin, mengembang atau ciut disaput getir

Jangan menyerah ! Hanya itu yang bisa kutitipkan setiap kali senja bertandang
Membawa kabar tentang hangatnya kata pulang
Membagi ceritanya tentang nyamannya saat menetap
Jangan menyerah ! Sebab yang kutahu hanya tentang bertahan

Sejauh ini kita mampu melewati senja , terpisah raga ternaung awan-awan
Berapa air mata tumpah tak perlu lagi kita takar
Biarkan ia rapi menggenangi pelataran bathin kita
Yakin saja ! Kristalnya akan menjadi maha indah kelak di waktu yang paling tepat

Kita orang-orang berhati kuat, bukan ?
Meski kini bola mataku tengah nanar ketakutan menatap senja
Tetapi menghidu nafasmu dalam dunia yang kupunya
Itu adalah super energi yang akan terus menguatkan

@lenspam jalankarang Cc  02 02 2020

Kepada Hafidza widhyadhari kurniawan

WABAH



Aku berhadapan dengan hantu
Bersembunyi pada lapisan kabut 
Matanya pedang menusuk bisu
Cakarnya runcing tuba merasuk

Makilah angin penyebar lara
Makilah udara pembawa petaka
Makilah manusia peloba tamak
Dendam alam bahkan sedahsyat  kiamat

Para penjual retorika kemarin berteriak garang
Hari ini di bibirnya tersumpal kain kotor
Mata melolong seringai sungging menatap bangkai
Daging jelata sayat terimbas kebijakan badut

Ayal , bodoh, kelewat tipis perbedaannya
Sudahlah, aku kehabisan kata serapah
Nanti kukumpulkan airmata satu bak
Kubuat tinta untuk makian yang lain 

@Lenspam  Cc jalan karang 17 maret 2020

DEAR FREEDOM

Aku hanya sedang cemburu pada udara yang sedang kau hirup di luar sana 
Cahaya purnama langsung jatuh di wajahmu, menyamarkan segala air mata

@Lenspam Cc jalankarang 05juni2020 

Pic koleksi pribadi

Jumat, 22 Januari 2021

WOUND



Aku semakin tidak bisa mengeja kekata rindu
Kurasa ia telah menjadi tuak paling tua sampai membuatku mabuk
Tak lagi bisa kuingat berapa panjang sudah perjalananku
Seperti perdu yang ranggas terpanggang mentari , begitu juga hatiku

Kalian tahu, apa sebenarnya hal yang paling menakutkan ?
Aku takut benar-benar akan melupakan semua garis wajah kalian
Aku takut benar-benar akan menjadi asing bagi kalian
Aku takut tak pernah sempat lagi menikmati segelas teh hangat bersama kalian

Berpura-pura tak lagi bisa merasakan apapun itu hal paling melelahkan
Melupakan pecahan beling yang kian dalam menancap itu juga menyakitkan
Ya, aku pikir aku sedang lelah memikul segala karang ini sendirian
Mungkin yang kuperlukan saat ini hanya sebidang bahu, untuk kutitipkan sejenak satu isak tangisan

Tak lebih tak kurang, seperti biasa, aku hanya diam mengatup menatap awan-awan.

@lenspam jalankarang Cc 27 sept 2020

ANOTHER SINKED

ANOTHER SINKED

Kemudian tengah malam penuh awan 
Berenang dalam halimun, sebelum benar-benar karam

@lenspam jalankarang Cc 27 sept 2020

Pict koleksi pribadi

PAPA



Menyundul langit
Dengan kepalanya yang hanya sebesar kelapa
Menyepak batu gunung
Dengan ibu jari kaki
Sebesar kerikil

Tidakkah kita mau belajar
Dari mahkota tak kasat mata  bernama covid ?
Tidakkah kita mau menyimak ?
Dari banyak histori seantero buana 

Manusia bertingkah seakan dewa
Lalu  membawa keangkuhannya
Pada liang bernama lahat
La ila ha illallah pun terlambat lisankan

#coretanbasi

@lenspam jalankarang Cc 22 sept 2020

KEPADA PAK TUA

Aku tidak sedang lelah 
Hanya ingin rebah sebadan
Mulai menghitung mundur bilangan
Ah, masih terlampau panjang

Di kerutmu bersaksi karat
Bagaimana kau koyak zaman
Merobek waktu dengan kesunyian
Sebotol ciu setia mengangkang

Mereka kau bilang ananda
Sibuk sendiri mengejar fana
Seraya menanti nadimu kelar
Seperti aku menanti pulang

Pak tua tak lekang
Alis menaut gelegar nada
Pak tua lupa meninggal
Pagi siang hanya kiamat

"Pak tua mesin atmku, jangan dulu purna sampai aku purna tugas!"

#coretanbasi

@lenspam jalankarang Cc 22 sept 2020

RENGKAH

Untukmu yang sedang patah
Tersenyum saja dan legalah
Kau hanya perlu berjalan
Menembus gelap yang panjang

Ada saat kau sesat
Terjebak rindu dan ingatan
Garis-garis wajah seakan lekat
Rima tawa seakan dekap

Jangan berhenti untuk lemah
Jangan menoleh  ke belakang
Teruskan saja kau melangkah
Sampai tiba di tujuan

Padang bunga tanpa onak
Hanya ada dirimu seorang
Lihat ! Tidakkah ini indah
Ketika  berhenti menahan kenangan

Kisah antah di berantah
Sepatutnya kau biarkan lepas
Air mata singgah sejenak
Sebelum luka pergi menghilang

@lenspam jalan karang Cc 17 sept 2020

I MISS YOU BADLY



Begitulah kita
Berulang tingkah
Berebut luka
Bersaput amarah

Batu gunung
Bisu keluh
Biramaku sedu
Bisakah padu

@lenspam jalankarang Cc 16 sept 2020

SINTING



Mereka menyebutku sinting
Padahal aku tidak bawa gunting
Tidak juga wara-wiri mencari korban berjubah suci
Apalagi membual tipu sana-sini

Mereka menyebutku sinting
Merapal mantra berbaris-baris
Hanya karena aku jatuh cinta pada diksi
Hanya karena mereka pikir aku lain

Ah, tapi sudahlah biarin
Bukannya kita memang sedang ada di zaman serba sinting 
Bahkan udarapun ikutan miring
Kian sesak digayuti mahkota beling

Coretan basi
@lenspam jalankarang Cc 15 sept 2020

KEPADA LELAKI YANG DI BAHUNYA PERNAH KUTITIPKAN AIR MATA



(Bukan) luka mengalir perlahan bak arus hilir
Kemarin kubuat kau pergi agar kau sampai juga ke detik ini
Perjumpaanmu dengan raut nawang peneman surgawi
Berapa lama kau mengutuk aku yang bisu tanpa hati ?

Hari ini tak payah berterima kasih
Tak payah juga kau tarik serapah basi
Ketidak setiaanku untuk tetap berjalan ditempat denganmu
Aku berhenti mendobrak takdir denganmu

Sekarang tersenyumlah 
Puanmu manis dengan manja di dada
Seluas hati kuhuluk salam bahagia
Dan terima kasih kau pernah singgah meski tak menetap

#kepadaAF

@LENSPAM jalan karang Cc 14 sept 2020

ABSURD



Aku datang lagi sambangi kedai ini
Sepotong roti berselai merah hati
Secangkir kelat kopi tanpa pemanis
Hanya asapnya berkepul seperti kabut dini hari

Aku mengernyit, atau meringis
Kedai apa ini ? Belum juga sewindu kutinggal pergi
Kopiku telah lagi bercampur susu basi
Lebih meringis , markonah melenggok pamer gincu setebal daki

Deuh, markonah , kau campur kopiku dengan susu basi 
Rinduku akan kedai sontak tunggang langgang pergi
Harusnya kau pahamlah, puan cantik
Ini kedai kopi tempat kau seruput hitam sambil menakar majas diksi
Bukan melenggok absurd sambil menyebar susu basi

@lenspam jalan karang Cc 11 september 2020

JIKA AKU MENJADI BUIH DI LAUTAN



kelak pandangi lautan
Awan nan putih berarak
Langit biru membentang
Ombak dan pantai berkejaran

Ada buih pernah terlupakan
Ada buih pernah terabaikan
Ketika Ia sebagai lilin temaram
Ketika Ia segenap menjaga kalian

Ketika aku menjadi buih lautan
Akankah wajah kalian nyata dapat kupandang ?
Dengan segenap rindu bertahun membuncah
Atau , seperti biasa kalian hanya serupa bias.

Ketika aku menjadi buih lautan
Menyatu bersama angin dan malam 
Berhenti menghitung detak kalender tua
Berhenti menyulam helai helai perak

Ketika Aku menjadi buih lautan
Kenangan, luka, kepedihan
Berjajar manis di tepi pelabuhan
Membisikkan kata sayonara puan

@LENSPAM JALAN KARANG CC 07 SEPTEMBER 2020

Minggu, 17 Januari 2021

SEPANJANG JALAN



Sepanjang jalan kau sebar pecahan beling
Mengikutimu seperti buta tanpa kerlip
Aku merasakan koyak telapak kaki
Menembus sampai jantung tak bernadi

Tetap kuikuti meski tulangku tak lagi berwarna putih
Tak juga henti kau sebar pecahan beling
Bodohkah aku ? Menaruh puja bagimu selayak kerang ajaib
Demi sepotong senja terlanjur berkait janji

Berulang kali kedunguan menampar otakku, menyuruhku berhenti
Bebal ya bebal, aku terus memeluk harap selayak pandir
Tak juga sadar, kau telah lesat menjauh dan tertawa degil
"Bodoh! Kau terlalu puitis untuk mengetahui taring iblis"

Hei! Jika bumi yang ikhlas terinjak kau anggap sebuah ketololan abadi
Mari kuceritakan tentang kisah pilu koran-koran kuning
Ada saat ketulusan terus kusemai bukan semata aku pandir
Nanti kelak kau paham, bagaimana menangisi malam yang senjanya kau usir pergi

"Ta, waktu sehari hanya sampai di jarum angka dua belas, tak lebih tak kurang "

@Lenspam jalankarang Cc 18 januari 2021

#mydiary
#iamgettingsickwith

Sumber pict pinterest

Kamis, 14 Januari 2021

LARUNG

Aku masih menganggapmu sebuah biduk
Sejak hari kita berjanji saling mengikat padu
Kini kau melarung entah ke selat mana
Sebelum sempat sampai di pulau senja

Dayung patah badai pasrah biduk pecah
Ombak membawa sisa pecahan pada pantai tak bertuan
Lengang tanpa nyiur pun aroma ikan asap nelayan
Hanya ada aku, malam , sedikit bintang di timur lautan

Ta, sampai kutulis huruf demi huruf perlambang kehilanganku ini
Aku masih menganggapmu biduk, tempat kusandarkan segala harap akan tuju yang kau janji
Meski kau telah menyerupa serpih, buyar di mangsa waktu dan hari
Jauh, di pojok pulau sepi tak berhuni ini


Aku menunggu kau kembali utuh, ta 


@Lenspam jalan karang Cc 14 januari 2021


Kamis, 07 Januari 2021

RAHANG GUE KENA TINJU



Dulu, aku pernah nakal
Waktu sd , pulang sekolah kabur sama teman
Asyik bermain di pabrik patung kerabatnya
Memetik rambutan yang penuh sampai tanah

Sampai rumah hari nyaris petang
Mimi dan abah menatap gemas campur cemas
Sebatang pucuk singkongpun melecut di paha
Aku menangis dan tertidur, lupa kata maaf

Bangun tidur mimi sedang menatapku dengan mata kacanya
Di tangannya sebuah ikat rambut cantik penyesalannya akan lecutan
Aku benar-benar lupa akan tangis dan maaf
Asyik menata secuil rambut dengan hadiahnya

Lima tahun di neraka aku memang tak pernah kena tinju atau lecutan
Hanya teror dan ketakutan dari lelaki yang tak ingin kusebut bangsat
Karena darinya aku punya bidadari secantik nirwana
Nafas keduaku yang insya Allah akan selalu kujaga

Hari ini, rahangku kena tinju mentah
Pasien super duper   itu mengaduk semua emosi yang kupunya
Udara dingin tanpa kopi dan sarapan bukan apa-apa
Entah kenapa rasa sakitnya terasa tidak sama seperti waktu mimi melecut paha

Akhirnya aku duduk mencangkung di tangga
Merasakan gigil dapur tanpa kompor yang enggan kunyalakan
Pelan-pelan aku meredam emosi gila
Dan menghitung mundur waktu yang tinggal dua tahun

"Aku sedang nyupang, dengan tumbal jiwa raga"

@Lenspam jalankarang Cc 8 01 21

Rabu, 06 Januari 2021

YANK

YANK

Pagi ini membuka mata disambut hujan gerimis
Basahnya melengkapi secuil beranda depan 
Mendung dan kabutpun berlomba menyiangi mentari
Udara lima belas derajat lebih dari cukup menutup pernafasan

Aku teringat perasaan yang kemarin siap kuletakkan di hatimu
Sekarang seperti kemuraman pagi ini, dia siap buyar kembali menjadi hantu
Tiba-tiba sayap pungukku kembali tumbuh 
Meringkuk disepokok tumbangan dahan tua dan tersedu

Ah, yank...
Maafkan aku terlalu kurang ajar
Dengan pongah berani mengeja diksi-diksi bualan
Menjadikannya pegangan bak tongkat pejalan

Sumber photo :pinterest

@lenspam jalankarang Cc 07 januari 21