Rabu, 27 Januari 2021

ANGIN



Masalahnya ada di angin 
Ia menampar sesuka hati
Inginnya kumaki lalu kubunuh sampai mati
Tapi nanti aku kualat , sebab berarti aku memaki sang illahi

Masalahnya aku tak juga bisa berdamai dengan dinginnya
Bahkan geligikupun sekarang sibuk berontak
Mencucuk-cucuk otak setiap kali angin bertandang ke wajah
Ah! Menjadi renta menyusahkan sangat
Aku tak lagi nikmat menjadi mellow ketika angin berbicara

Tulangku gemerutuk ikut menderita rupanya
Hidungku membatu nyaris seperti es batangan
Belum itu telapak kaki anyeb padahal kaos kaki rangkap
Dan perutku, tuhan,,, perutku seperti kain lembab tak sedap di rasa

Jadi nong, mana yang ingin kau pilih untuk bergenjat senjata 
Dalam perang waktu yang tak kenal jeda ?
Bongkah kerikil beling bercampur karang 
Atau tamparan angin yang datang bersama es kutub utara ?

"Jalani saja ! Jangan bermimpi untuk menjadi pemilih, masamu memilih sudah telat"

@lenspam jalankarang Cc 28 januari 2021

Pict : pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar