Masalahnya ada di angin
Ia menampar sesuka hati
Inginnya kumaki lalu kubunuh sampai mati
Tapi nanti aku kualat , sebab berarti aku memaki sang illahi
Masalahnya aku tak juga bisa berdamai dengan dinginnya
Bahkan geligikupun sekarang sibuk berontak
Mencucuk-cucuk otak setiap kali angin bertandang ke wajah
Ah! Menjadi renta menyusahkan sangat
Aku tak lagi nikmat menjadi mellow ketika angin berbicara
Tulangku gemerutuk ikut menderita rupanya
Hidungku membatu nyaris seperti es batangan
Belum itu telapak kaki anyeb padahal kaos kaki rangkap
Dan perutku, tuhan,,, perutku seperti kain lembab tak sedap di rasa
Jadi nong, mana yang ingin kau pilih untuk bergenjat senjata
Dalam perang waktu yang tak kenal jeda ?
Bongkah kerikil beling bercampur karang
Atau tamparan angin yang datang bersama es kutub utara ?
"Jalani saja ! Jangan bermimpi untuk menjadi pemilih, masamu memilih sudah telat"
@lenspam jalankarang Cc 28 januari 2021
Pict : pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar