Minggu, 24 Januari 2021

TERGANTI



Kau mengira tak ada usai, tuan
Inilah usai ketika matahari ranggas
Mengusir dingin yang kemarin bungah
Tak berbekas meski angin mencucuk ganas

Aku menghangat di tengah winter nan hebat
Tangannya adalah bulu cerpelai lembut mengusap
Sesederhana duha mengusir sisa udara fajar
Ia tanamkan arti mencinta tanpa melaknat

Sudah kulupa setiap kelebat sungging kita tentang senja
Sudah tercerabik segala luap tentang batara kala
Tak ada debu pun arang , kisah puan punah bertawar rasa
Melengganglah dengan damai seperti kala tuan tiba di awal cerita

Kelak mungkin akan ada jabat kembali antara kita
Seperti pelancong bertemu di ruas dermaga
Tuan menatap lalu mencibir sebelum sebat sempurna 
Aku, dia , kami memulai cerita kita yang sirna

@lenspam jalankarang Cc 27 desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar