Aku datang lagi sambangi kedai ini
Sepotong roti berselai merah hati
Secangkir kelat kopi tanpa pemanis
Hanya asapnya berkepul seperti kabut dini hari
Aku mengernyit, atau meringis
Kedai apa ini ? Belum juga sewindu kutinggal pergi
Kopiku telah lagi bercampur susu basi
Lebih meringis , markonah melenggok pamer gincu setebal daki
Deuh, markonah , kau campur kopiku dengan susu basi
Rinduku akan kedai sontak tunggang langgang pergi
Harusnya kau pahamlah, puan cantik
Ini kedai kopi tempat kau seruput hitam sambil menakar majas diksi
Bukan melenggok absurd sambil menyebar susu basi
@lenspam jalan karang Cc 11 september 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar