Jumat, 14 Juni 2024

FINGER


FINGER


Sesudahnya selalu saja sendu
Awan bergumpal kelabu
Siap mengalirkan biru 
Seiring katup bibirku beku

"Sampai kapan ?"

@LENSPAM #JALANKARANG Kyc 10 jan 2023

Selasa, 07 Mei 2024

SOBIR DEKIL DAN CINTANYA

Sobir dekil dan cintanya 

Karya AGUNG
________________

Melewati petak-petak kamar kontrakan 
Dijalan liat kampung pangkalan 
Pintu kecil berderet
Laksana bilik suara pemilu
Berjejer kanan kiri

Usai Maghrib 
Pintu-pintu tertutup 
Mungkin enggan nyamuk bertamu

Aku
Pelan melewati jalan ini
Dari pintu ke pintu aku lalui 
Ada desah,ada tangis,ada suara piring beradu
Ada kentut keras sekali
Ada suara recorder 

Satu pintu sedikit terbuka
Kontrakan sobir
Tanpa kuketuk pintu rombeng aku buka 
Berderit lapuk
Sobir berpelukan,memagut cintanya 

He...sobir belum gelap 
Terlalu sore ibadahmu...
Tidak kawan justru ini cara kami menahan lapar 
Sore tadi tak ada rejeki untuk kami
Hasil ngamen hanya cukup untuk sewa kamar
Jadi dengan segenap bercinta ini kami sedikit kenyang 

Oh.....
Aku buyar
Aku tinggalkan sebungkus nasi goreng 
Dari empat bungkus yang kubeli
Tiga potong gorengan dari sepuluh yang kubeli 
Ini makanlah berdua dengan cintamu....

Aku berlalu
Masih ada tiga bungkus nasi goreng 
Tujuh potong gorengan 
Untuk istri dan anakku 
Menuju kontrakan aku berkecamuk
Bagaimana jika nanti 
Bertemu sobir,sobir yang lain?
Bagaimana aku membagi nasi dan gorengan 
Bagaimana nasib anak dan istriku?
Jalan ku percepat 
Menuju pintu istanaku.

19:03
Salatiga 060524

SELEMBAR DAUN


Karya: Lindung Mayapada

menjadi selembar daun pun
aku ingin menjadi daun yang dituju embun
membuatnya senang terayun-ayun
lalu bergelantung manja di pucukku
3 ga.  .      .    
setidaknya aku membuatnya bahagia
sebelum luruh dan kemudian lesap
dicecap tanah

menjadi selembar daun pun
aku ingin menjadi daun yang dirindukan hujan
tempat berkumpul bagi bulir-bulir air
bermain seluncur
setidaknya aku membuatnya riang
sebelum jatuh dan meresap
menemui akar-akar
setidaknya dengan kerelaan
itu caraku berterima kasih kepada hujan
yang telah menghilangkan dahaga pohon
di mana aku tumbuh pada rantingnya

menjadi selembar daun pun
aku ingin menjadi daun yang dicari ulat
tak mengapa ulat menggulung lembarku
menjadikan tempat baginya menyepikan diri
sebelum berubah menjadi kupu-kupu bersayap indah 
tak mengapa pula bila ulat hanya ingin melahapku
aku cukup merasakan bahagia di dalam perutnya

menjadi selembar daun pun
aku ingin menjadi daun bagi semut sejenak bernaung
di sebalik atau di bawah bayanganku
pun cukuplah senang
bila tepi lembarku dipakai sebagai tambatan jaring laba-laba bersarang

menjadi selembar daun pun
aku ingin menjadi daun yang melewati musim demi musim dengan rasa syukur
tak mengeluhkan terik yang terkadang melayukan
tak merutuki angin kencang yang kadang mengombang-ambingkan
membolak-balikkan diriku

menjadi selembar daun pun
aku ingin menjadi daun yang meneduhkanmu
sebelum aku gugur dan menjadi humus dalam pelukkan ibu(mi)

Cirebon, 01 Maret 2024