Sobir dekil dan cintanya
Karya AGUNG
________________
Melewati petak-petak kamar kontrakan
Dijalan liat kampung pangkalan
Pintu kecil berderet
Laksana bilik suara pemilu
Berjejer kanan kiri
Usai Maghrib
Pintu-pintu tertutup
Mungkin enggan nyamuk bertamu
Aku
Pelan melewati jalan ini
Dari pintu ke pintu aku lalui
Ada desah,ada tangis,ada suara piring beradu
Ada kentut keras sekali
Ada suara recorder
Satu pintu sedikit terbuka
Kontrakan sobir
Tanpa kuketuk pintu rombeng aku buka
Berderit lapuk
Sobir berpelukan,memagut cintanya
He...sobir belum gelap
Terlalu sore ibadahmu...
Tidak kawan justru ini cara kami menahan lapar
Sore tadi tak ada rejeki untuk kami
Hasil ngamen hanya cukup untuk sewa kamar
Jadi dengan segenap bercinta ini kami sedikit kenyang
Oh.....
Aku buyar
Aku tinggalkan sebungkus nasi goreng
Dari empat bungkus yang kubeli
Tiga potong gorengan dari sepuluh yang kubeli
Ini makanlah berdua dengan cintamu....
Aku berlalu
Masih ada tiga bungkus nasi goreng
Tujuh potong gorengan
Untuk istri dan anakku
Menuju kontrakan aku berkecamuk
Bagaimana jika nanti
Bertemu sobir,sobir yang lain?
Bagaimana aku membagi nasi dan gorengan
Bagaimana nasib anak dan istriku?
Jalan ku percepat
Menuju pintu istanaku.
19:03
Salatiga 060524
Tidak ada komentar:
Posting Komentar