Selasa, 07 Mei 2024

SOBIR DEKIL DAN CINTANYA

Sobir dekil dan cintanya 

Karya AGUNG
________________

Melewati petak-petak kamar kontrakan 
Dijalan liat kampung pangkalan 
Pintu kecil berderet
Laksana bilik suara pemilu
Berjejer kanan kiri

Usai Maghrib 
Pintu-pintu tertutup 
Mungkin enggan nyamuk bertamu

Aku
Pelan melewati jalan ini
Dari pintu ke pintu aku lalui 
Ada desah,ada tangis,ada suara piring beradu
Ada kentut keras sekali
Ada suara recorder 

Satu pintu sedikit terbuka
Kontrakan sobir
Tanpa kuketuk pintu rombeng aku buka 
Berderit lapuk
Sobir berpelukan,memagut cintanya 

He...sobir belum gelap 
Terlalu sore ibadahmu...
Tidak kawan justru ini cara kami menahan lapar 
Sore tadi tak ada rejeki untuk kami
Hasil ngamen hanya cukup untuk sewa kamar
Jadi dengan segenap bercinta ini kami sedikit kenyang 

Oh.....
Aku buyar
Aku tinggalkan sebungkus nasi goreng 
Dari empat bungkus yang kubeli
Tiga potong gorengan dari sepuluh yang kubeli 
Ini makanlah berdua dengan cintamu....

Aku berlalu
Masih ada tiga bungkus nasi goreng 
Tujuh potong gorengan 
Untuk istri dan anakku 
Menuju kontrakan aku berkecamuk
Bagaimana jika nanti 
Bertemu sobir,sobir yang lain?
Bagaimana aku membagi nasi dan gorengan 
Bagaimana nasib anak dan istriku?
Jalan ku percepat 
Menuju pintu istanaku.

19:03
Salatiga 060524

Tidak ada komentar:

Posting Komentar