Senin, 22 Oktober 2018

TANAH PETAKA

TANAH PETAKA

___@Lenspam__

Terbahak atas nama seni
Menyulut api atas nama watoniah
Timbun saja segunung kalian sanggup
ALLAH penghitung maha akurat
Kelak tawa kalian, sulut api kalian
Menjadi kekasih terhebat
Di padang pengadilan
Kebencian mencungkil mata
Pongah menatap dunia
Ketika titah kun berkuasa
Laut menggulung
Bumi berontak
Angin meraung
Belum juga menjadi cerminkah?
Ampuni Aku ya RABBI
Akan imanku seberat zarah
Diri hanya sanggup menggeram
Dalam pasi ketidak berdayaan

Salam kepada para pendongak langit

Cc 23 Oktober 2018

SELAMAT PAGI

SELAMAT PAGI

__@Lenspam___

Bulan sisa semalam
Berebut udara basah
Bersama embun pertama
Ingatanku akan dia

Seranting nyaris patah
Kehilangan daun selembar
Hujan kepagian datang
Aku kuyup terbiar

Selamat pagi kenangan
Sesaplah kopi kita
Di sana sejuta kisah
Pernah kutuang bak air bah

Aku sedang bermutan
Fosil membatu berkarang
Tiada lagi ingatan
Semua rapi terlipat

Selamat pagi kenangan
Matahari baru terjelang
Sedada penuh pengharapan
Esok kembali datang

Tanpa hujan kepagian pastinya

#lembarbaru

Cc 23 Oktober 2018

Sabtu, 06 Oktober 2018

260294

260294


___ @Lenspam____

Serapal doa pernah bertuah
Sekepal mimpi di lelap raga 
Sehasrat lara menikam masa
Serangkum ingatan menyesak gelisah

Aku patah lebur tersesat
Dalam genangan air mata
Kalbu meraung serapah gila
Tak mungkin ku maki Tuhan

Hanya aku tak paham
rindu berkarat dalam jiwa

Hilang akal harus bagaimana

Menitip duka di kaki malam

getas rasa putus asa 

Serangkum doa terhuluk baginda 

Bahagialah meski bukan Kita 

Meronce manikam surga bersamanya


(Gue pengen liat lu bahagia, meski bukan gue yang sama lu.....

Gue janji satu hari lu bakal lihat gue bahagia meski bukan sama lu...)

#mytears

Cc 06 oktober 2018

Jumat, 05 Oktober 2018

PAIN SERENADA

PAIN SERENADA

__@ Lenspam___

Senyum kedamaian
Telah lama menjadi kenangan
Jawaban demi jawaban
Tertiup angin dan berlalu ke asal

Mata bertabur kasih asmara
Lembut tatapan layu tersibak nestapa
Keteduhan hanya tinggal seribu bayang
Mentari pulang membawa senja

Harapanku akan bintang
Tak jua datang membawa sinar terang
Untaian nada kini menyayat jiwa
Lebur raga termangsa malam

(Ada titik dimana aku tak pernah sanggup membuatmu menempati ruanganku yang bernama lupa )

_260294_

Cc 06 oktober 2018

Kamis, 04 Oktober 2018

Celoteh sehelai daun rontok di malam musim gugur

CELOTEH SEHELAI DAUN RONTOK DI MALAM MUSIM GUGUR ( Sebuah torehan )

____ @Lenspam ____

Aku mulai terbiasa merasakan matinya udara, meski angin bertiup mengamuk menampar membawa serta cucukan dinginnya.  Menyambut oktober di tengah rasa sunyi selalu saja menjadi kesah berkepanjangan yang tak pernah mampu kuurai dengan ribuan hela nafasku. Aku tetap tak pernah benar-benar bisa berdamai dengan sapuan angin gersang ini.

Sepertinya Aku harus mulai membaurkan rasa gelisah ini pada larutan udara malam. Berdamai lebih tepatnya. Ia ! Aku harus segera berdamai dengan harapan yang mulai meretak dan patah-patah dari hatiku.

Menatap garis penanda kepergianmu dengan bisu,  serasa Abad sudah melantakkan sisa-sisa rasa yang kemarin mati-matian kutambal lalu kusulam dengan benang basah berwarna compang , bermotif camping. Ternyata Aku tidaklah sekukuh baja , aku tak ingin menyebut ini rasa kecewa , tapi jujur , ada yang terasa retak tak berbentuk lagi tiap kali kuingat , maknaku hanya sebatas coretan kecil untuk kisahmu.

Berkali kau mematahkan prasangka, berkali kau mementahkan praduga, tapi tak sekalipun kau mencuba buktikan kalau prasangka dan praduga yang kupunya tak bersandar pada hakiki. Lalu , bolehkah kupinta kau untuk memberi nama pada rasa sakitku sekarang ini,,?

Kau tahu ? Sebelum kemarin , Aku masih terus membiarkan pintu-pintu , jendela-jendela terbuka lebar-lebar , agar tiap kali kau datang kembali tak perlu lagi kau sibuk mencari anak kunci.

Tapi rasanya tidak kali ini . Aku benar- benar telah terbiasa dengan ketiadaanmu, benar-benar terbiasa dengan bisumu, dengan acuhmu, dengan tatapmu yang selalu menganggapku bukan siapa - siapa. Aku benar-benar terbiasa dengan dinding sepi yang kau ciptakan untukku berkali-kali.

Aku bahkan tak tahu bagaimana nanti aku akan bersikap, Tak tahu lagi bagaimana kita dapat kembali meniti jembatan yang kemarin dulu begitu gigih kita bangun, hanya untuk kita terjang dengan ombak ego kita. Aku.... tak tahu lagi cara meramu cinta untuk kisah kita yang terus terpenggal bak cerbung picisan.

Maafkan Aku, bisakah ? Sebab mulai malam ini Aku ingin menutup rapat pintu-pintu, dan jendela-jendela ini. Aku tidak merasa tegar dengan terpaan angin yang terus menerus mencucuk setiap poriku. Aku juga merasa lelah terus bertanya dan memulai awal setiap kali jeda kau hentak tanpa kata. Aku lelah,,, dan kurasa Sendiri menghitung menit akan jauh lebih menyenangkan untukku saat ini.

Jadi maafkan Aku , jika kemudian kau menemukan sepi lebih dari sepi , kelak jika kau putuskan datang lagi , Maaf ! Mungkin saat itu Aku sudah mengunci semuanya rapat-rapat .

Selamat malam, semoga harimu selalu indah tanpa ada lagi gurat mimpi kita.

Dariku sehelai daun yang rontok dihembus angin musim gugur

Chiayi city 04 oktober 2018

Senin, 01 Oktober 2018

SAJAK PHP

SAJAK P.H.P

___ @Lenspam_____

Kamu datang perlahan
Mengetuk lembut jendela
Memaksaku membuka jiwa
serenada berhamburan menyambut senja

Kau beri air pengharapan
Tepat di kelopak nafas
Berkebat-kebit irama romansa
Seiring raga menari mabuk kepayang

Aku limbung Seperti pak tua
Sepasrah jiwa kemasuk sukma
Aku mengasihimu sangat Tuan
Tak ada pelangi lain kukenang

Gegasmu pergi Membantah
Sumbarmu garang Mentertawakan
Ahhh,,, merasa hebatkah baginda?
Bermain dengan satu-satunya hati yang kupunya

Lupakah Baginda ,
ini hati bukan beton apalagi baja
Ini hati hanya berupa serpih daging pun darah
Bagaimana akan kupintal berlembar rasa kecewa?

Tolong ajarkan aku Sekarang
Cara membenci semua harapan palsu yang kau tanam
Seperti dahulu kau ajarkan aku rasa sayang
Ternyata semua hanya impian terlarang

#dedikasi_khusus_bagi_penebar_P_H_P_Di__manapun_Berada
#Karma_Is_real
#fiksi
#Puisi_Jadul

Chiayi city 18 november 2017