Minggu, 24 Maret 2013

SEGUMPAL KENANGAN

Oleh : Herry suseno

Kau ingat
kita pernah bersama
mendentingkan senar gitar
di tepian sungai
menghabiskan malam
kau tatap mataku
dan tertawa
'kan kah kita taklukkan dunia
mengukir asa di rasi bintang
impian muda
yang begitu angkuh menggapai langit

Kau ingat
seringkali pula kita bersama
menyusuri lorong lorong kelam
pertokoan
mengais ngais sisa sisa
kehangatan hari
dengan seteguk dua teguk

kehangatan yang kita beli di kios pinggir jalan

Betapa seringnya kita
berbagi secawan kopi sebatang rokok
berbagi tinju dan tendangan
lalu lari tertawa tawa
setelah lawan jatuh terjungkal
masih pula kuingat
api yang membara dimatamu
menatap tetes darah yang mengalir di sela sela bibirku

Waktu yang sedemikian lalunya
kala akhirnya kita terpisah
kau dengan pemberontakkanmu atas waktu
aku atas pengembaraanku
mengarungi waktu

Jauhnya jarak yang membentang
bukan lagi atas jarak
tapi jua waktu yang tak mampu kusebrangi
kebersamaan yang manis
menjadi mimpi
yang tak mungkin kugapai

Sahabat
maafkan aku
yang tak ada di sisimu
saat ajal datang menghampiri

(in memoriam : torang suryana nur)

Lelap



Selasarku menyenyap hari ini,,,,
Lengang tanpa ketukan jejakmu,,,,
Jam menua,,,,
Embun kecipak mulai mencari gayutan,,,
Dan aku hanya terdiammmm,,,,
Menghitung denyut detik itu...
Sebelum ku bunuh ia seperti hari hari kemarinku,,,
Dimana musim semiku,,,,,????
Ketika bunga bunga menyemak liarrr ,,,di padang hati,,,,
Sebab letihhhh tersungkup musim dingin kemarin,,,,
Namamu keri sangat tuk ku uarr keluar dari bibir....
Meski ingin ku teriakkan ia...
Biar dunia tahu perasaan ini,,,
Ogh...tapi hatiku melarang..
Lembut ia menyaji pertanyaan berulang,,,
Syahdu ia menyodor ingatan..
Stop ...stop..stop..stop...
Apa kau ingin terus dengan musim menangismu????????



Lalu denyut detik itu pun mulai menghilang..
Lelah mencari ketukan jejakmu pada selasarku..

Jumat, 22 Maret 2013

Kepada bintang terindahku


Hafiza Widyadhari Kurniawan...

Menitik rindu ibu ...
Pada suaramu dan lengking jerit manjamu...
Ibu...
Pada merdu suaramu..
Ketika kau tembang lagu kesukaanku...
Ibu...
Ibu...

....
^_^
Very proud to be ur mom...
Honeyy...
Insya allah...segala nestapa ini akan terbayar pada titik yang itu...
 
 

Aku hanya ingin ...
Menghentikan air mata ini...
Dengan cara yang ku mengerti...
Bukan ingin melupakanmu bintang...
Apalagi mengabaikanmu..
Pahamilah...
Air mataku..
Adalah petaka untuk dunia yang sedang ku rancang untukmu...
Aku hanya ingin
meredam kesah...
Dengan alur yang ku punya..
Bukan ku pergi melalaikanmu bintang..
Kau tetap terindah di hati..
Tetap termegah di kalbu...
Pada saatnya nanti...
Semua kan jadi indah...
Untuk apa yang kau impikan...
I love u bintang...
 
 
 
>kepada hafiza wk<

keping


 
aku memang bukan angin semilir,,, 
yang bisa mengusap segala peluh dan lelahmu,,, 
aku memang bukan sang bumi,,, 
yang bisa memberimu sebuah asa kehidupan,,, 
aku bahkan bukan mentari pagi,,, 
yang hadir untuk sebuah angan panjang hingga ia rebah dalam sunyi sang barat... 
aku hanya mentari terik di tengah hari musim panas... 
sebesar apapun cinta yang ku. punya,,, 
ia hanya akan menghanguskanmu,,, 
aku yang hanya tahu mencinta,,, 
tanpa pernah tahu bagaimana cinta harus ku genggam,,,, 
di tangan ku ia adalah pasir.. 
kugenggam... 
hanya untuk terburai,,, 
kukais,,, 
nyeri sekujur jemari,,, 
sepanjang abad menjadi seorang pecundang,,, 
yang hanya mengerti cara untuk kehilangan,,,, 

andai kau tahu,,, 
rasanya begitu ingin aku menjadi pengusap laramu,,, 
rasanya begitu ingin aku berada di sisimu saat kau tengah limbung,,, 
bukan dia... 
bukan dia.. 
bukan dia... 

jika sekat jarak... 
jika sekat maya.. 
ini tak pernah ada... 
hanya kesejatian... 
saat itu kau akan mengerti... 
seberapa daya yg bisa ku uar... 

keping...berbilah 
merindumu 
menangisimu 
tapi tak berani menantimu 
dan kubiarkan waktu selesaikan semua,,, 


< selamat malam taqdirku......mungkin dengan lelap..segala akan lenyap.. >

Rabu, 20 Maret 2013

260294....#6

janji... terburai tanpa pernah tertuai. Janji di ujung sua terpinta sangar. Tapi entah kapan terejawantah. Bukan tak mencoba. Berkali bahkan Aby mencoba menjalani apa yang seharusnya ia jalani. Mencari keping hati yang lain. Mencoba berbahagia di sisi sosok lain. Berumah tangga.dengan lelaki yang terpilih tidak dengan hati. Istananya terbangun dari pasir kegamangan dan kehampaan rasa. Pada hitungan tahun kelima, langsung runtuh tersapu angin. Tak mengerti.mungkin lelaki itu bukan lelaki baik. Sepanjang tahun kebersamaan mereka, Awan hanya tahu bagaimana cara membuatnya sakit. Atau mungkin juga cinta di hatinya lebih dari sekedar dangkal. Hanya Tori yang ada dihatinya. Istana pasirnya runtuh Aby kembali menyingkir meninggalkan Jakarta. Ada keinginan untuk mencari Tori. Tapi ia tak pernah punya keberanian untuk itu. Janji bahagia, terpinta sangat. Bersaksi bulir airmata. Ia terus mencarinya pada sudut sudut kota Riadh....dua tahun merenangi dunia yang aneh yang menakutkan..menjanjikan materi memang

260294. #5

mata tak pernah bisa berdusta......hati tak pernah bisa menolak...seberapapun sakit...asal ia ad di sisi Tori dan segala neraka pun ternafikan, cukup Tori dan cintanya... setahun ia menjadi sebuah bayang di sisi Tori pahit manis mengalun dalam sepi yang terindah. Segala kisah mereka ruah...luap bersama doa doa kemustahilan.akan mimpi masa depan, ia ingat sujud sujud panjang itu.dalam hening hati di penghujung malam, jadikan dia jodoh hamba ya Rabb...beri kami sebuah keajaiban, Tuhan...Sang Maha Penjawab, Ia jawab sebuah doa dengan caraNya . "lo yg pertama segalanya buat gw Aby...maaf..gw gak pernah bisa jadiin lo yg terakhir. Pada akhirnya gw harus memilih, bukan apa yang gw ingin pilih tapi apa yang harus gw pilih." ya! Tori harus memilih, adalah sebuah kepatutan jika Tori memilih hati sang bunda serta kehormatan keluarga besarnya. Ujung senja menamatkan kisah mereka . Tori datang padanya, dengan secarik undangan. " Gw ingin lihat lo bahagia By, meski itu bukan bersama gw" tuturnya dalam rengkuh penghabisan. Pipinya terasa basah oleh air mata mereka. Lantak sudah segala ketegaran yg Aby punya. Ia tak ingin Tori pergi. Sungguh tak ingin. Tapi Tori harus. "Gw janji suatu saat lo bakal liat gw bahagia, meski bukan di sisi lo." usai...burai segala kisah, tapi tidak hati dan perasaan.

bintang 2


















angin di lembah kenangan kita,,,
terasa berat ku urai meski hanya sebaris senyum,,,
kenangan akan seulas senyum manismu...
saat titik akhir rendevouz engkau dan aku...

detik ini ku di sini kembali...
mengurai kembali tiap jejak jejak lembah ini..

ku terpuruk sayang...simpuh melutut...lelehan darah duka sekujur hati..
air mata kebodohan akan amarah yang kau sambut senyum....


ana...rianaku...

ku terbiasa tersenyum bersamamu..
sambil kita tautkan jemari kita..
membingkai ribuan hasrat akan bara perjalanan suci.
aku masih menyimpannya sayang...

ku lihat kau pada helai helai mimpiku
(atau ingatan yg terlampau ruah)
kau sandang sayap terhalus pada punggungmu...
laksana bidadari...
mengertikah engkau anaku...
tanpa sayap itupun...
kau tetaplah bidadari termanis yg ku punya;,,

ku hapus airmata abadi ini,,,
semata agar sayapmu tak patah
ku ulas senyum ini,,,
melihatmu berpeluk para malaikat surga....
ku usir kenangan...jauh ke masa lalu kita..
semata agar engkau tak terseok meniti nirwanamu surgawimu...

jangan tunggu aku...!!!
karena mungkin ku tak akan menemuimu di gerbang nirwanamu..
mungkin taqdirku bukan sepenggal surga itu...

byar ku tetap di jalan ini,,!!!
apapun...asalku lebih dan wajar dari sekedar insan.

ana...rianaku
menghapusmu dari coretan kisah perjalananku,,,
adalah menanti.. dan mencari angka 25
pada pahatan jam kehidupan..
mungkinkah???

i dont think so
tapi sepanjang sisa nafasku sayang..
akan ku patahkan taqdir itu..
sudah saatnya sayang...
ku tinggalkan lembah duka..kenangan kita..

ku mengerti bukan mudah..
kerikil kerikil keparat pasti akan mengoyak dua jejakku...

tapi apa ada pilihan???
selain terbiasa dengan sakit ini..
membiarkanmu terbang lepas kemana engkau ingin..


:mailiau maret
seberapa maretkah

Minggu, 17 Maret 2013

Dimensi Sunyi

















Keping senja rapi tersimpan,,,
Tergantung di langit nirwana sang pujangga,,,
Antara ada
antara tiada

Tak bernama
tak berjejak
tak juga bermuara
tapi ia ada...
Terasa merenangi dimensi sunyi ini...


Senjapun telah merangkak...
Tinggalkan malam..
Pujangga terkagum
akan kehilangan senja
selamanya senja tak akan ada lagi...
Karena senja pergi dan tergantikan oleh malam...
Malam datang ..
Temani pujangga...
Ciptakan rona baru...


@malam tak akan pernah punya rona,,,
Byar malam datang tuk membawa pagi...
Byar pagi datang tuk mengantar siang dan sorenya...
Hingga senja kembali hadir...
Temani tyap keping sunyi sang pujangga...


Farwell senja

kesetiaan sunyi ini...

Akan patah pada akhirnya...

>tempatkan aku pada tempat seharusnya aku berada...
Sahabat......bila engkau kembali hadir...
Hingga sakit ini kan terobati...<

Senja

kemarin,,,,
aku terduduk di bibir sore,,,,
menatap langit abu abu,,,,
dengan pandangan kelam,,,
"mengapa langit itu tidak runtuh saja menimpaku"
ujar patah dalam hatiku....

lalu,,,,
lewat ketukan menit...
semburat itu muncul
SENJA,,,
warna jingganya sahdu,,,
khatamkan segala aksara tak berujung dalam kalbu,,,
SENJA,,,,
sapuan anginnya lembut,,,,
tanpa jejak tanpa nama,,,
namun jemarinya kutahu,,,
mengusap air dari mata hatiku,,,
SENJA,,,,
kepingnya terasa indah....
meski lebih dari singkat....
meski lebih dari sepi,,,
dan ia buatku terlupa,,,
tak semestinya ku burai segala rasa,,,
lalu ku titipkan pada warnanya yg kudus,,,

kini kududuk d tepi malam...
memeluk sesal berulam tangis,,,
melepas SENJA pergi dalam amarah,,
telah kuletakkan ketololan hari kemarinku,,,
pada tangannya yg halus,,,

maaf senja..
maaf tuk klancanganku memburai hatimu,,
kau di takdirkan pergi,,,
membawa beribu keping penanggalanmu,,,

dan aku tetap di sini,,,
nenikmati gelap yg tertata oleh malam...
berharap pagi lekas datang...
membawa mentari yg baru...


>>>MAAF<<<>>>
 
 
katakan pada angin
agar bawakan dia
sejuta tanya diujung pelangi
gelepar halilintar
yang terkapar di ujung senja
tangis. membahana diam diam
melangkahi mimpi

ini kali
ada yang disematkan
takdir
alur jiwa yang ditatahkan
oleh sang sunyi

akan dibawa kemana aku
rengek tangis kanak kanak
dijembatan nurani
menyebrangi sisi sisi dunia
tanpa tanya
sedang sejuta luka
menestapa

ah engkau
engkaulah jua
segala arah dan tujuan
biarlah mengalir satu
dalam denyut takdir-MU

260294,,,,,#3

Kenangan,,,pahit manis dan ia berharga untukkku. betapapun sakitnya. Mengenang saat tersanding di sisi wanita lain menjadi yang kedua untuk Tori. Meski, mereka tahu betul. Ia yang pertama masuk kedalam hati dan kehidupan Tori.
Waktu tak pernah berpihak pada kisah mereka. Ia timbul tenggelam mempemainkan cerita. Latar belakang yang tak berpangkal sama. Perbedaan status menembok diantara mereka, memaksanya menyingkir sebelum sempat memulai pertarungan mempertahankan cinta Tori.
Ia benci kisah mereka begitu klise...
hanya tentang mata manusia, yang melihat harkat manusia dari materi dan status yg tersandang.Seperti bunda dan keluarga besar Tori.
Ah,,!!!
tak akan pernah ia lupakan tatapan sinis dan menghujam itu. Ketika untuk pertama dan terakhir Ia menuruti ajakan Tori menyambangi bunda Tori.
"Kontrakkan sekarang mahal ya, neng?! ntar, kalo kagak pada kuat ngontrak lagi mau pada kemane? pulang kampung? mending gitu dah,,!! betawi udah kebanyakan pendateng ribet sumpek.Tori mah kagak bakal boleh ama ibu kawin ama pendateng dah...ngapain?? perawan betawi masih ngampar.alim alim lagi.
Ia...sampai kapanpun tak akan pernah menyalahkan bunda Tori tidak..!!!.seorang ibu tetaplah seorang ibu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.
cinta mereka karam tanpa kata usai sepertinya mereka saling memberi jeda.
Aby takkan pernah sanggup membiarkan Tori bertarung dengan hatinya membuat pilihan sulit antara bunda dan cinta

260294,,,,#4

Dua tahun tanpa kehadiran Tori.dua tahun ia menyudut jauh meninggalkan kota yg ia tempati sejak usia sembilan bulan mungkin ia tidak terlahir sebagai darah betawi...mungkin abah tidak memiliki secuilpun tanah di kerat kerat betawi...tapi ia mendarah...mengurat bersama kota ini.
tetap saja perlu sebuah stempel untuk membuat keluarga besar Tori mengakuinya malangnya...sampai kapanpun stempel itu takkan pernah ia dapatkan bagaimana abah bisa membeli secuil tanah atau rumah unruk melepaskan titel pengontrak? sedang penghasilan abah sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk makan dan membayar sewa rumah perbulan untuk biaya sekolah...emak harus rela ikut berjibaku mengais rupiah...agar hari ini ada sedikit ongkos untuknya pergi ke sekolah.
mengertikah rumpun Tori??
tak perlu berjawab rasa sakit di hatinya yg menjelaskan segalanya ketika akhirnya waktu mempertemukan mereka kembali.
o. harus bagaimana ia menindih segala pedih? bukan salah Tori jika akhirnya ia menemukan gadis tercintanya yg sesuai keinginan sang bunda.
bukan perantau, yang paling penting...ia santun..berjilbab..menyandang titel guru, meski hanya guru taman kanak kanak. cukuplah itu melengkapi status dan harkat rumpun Tori.
menjadi yang terkalahkan itu menyakitkan, harusnya ia menolak kehadiran Tori.tapi..oh..mana bisa..??? lelaki itu...telah menetap di pundi sanubarinya...mengalir bersama nadi.

lelaki itupun sepertinya sama . Mata mereka, bahasa tubuh mereka..tak pernah mampu berdusta, setahun lebih ia bertahan menjadi sela di antara Tori dan Nura.

Sabtu, 16 Maret 2013

senandung mimpi




 malam
menghadirkan mimpi
desah angin
nyanyi yang samar
lembut mengalun

desah lembut
mengalun
mengalir di tiap
alir denyut nadi
detak degub nurani
:namamu
:namaku
senandung rembulan sabit
dini hari

ribuan pujian
hanyalah tersimpan
terbekam erat
kala tanya yang mengawang
tawa yang tersembunyi
duh gusti
ingin kubingkai dalam renung nurani

takdir-Mu kah?
atau bodohnya asa
yang terlalu memanja
:aku
:kamu
ah siapa perduli
selama senyum mawar
di bibirmu terukir
gelombang samudra pun
jadi tak cukup berarti

biarlah semua mengalir
melewati pembatas cakrawala
waktu yang mungkin bukan
milik kita
biarlah menyulam indah
di hari hari
yang kan kita lalui


dukamu















ku dengar tangismu
lirih
ditiupi angin
dari sebrang

mengalun
menyusuri lembah lembah
tebing terjal
sisa keangkuhan diri

duka yang kau hembuskan
menjadi kabut
yang menyelimuti
hatiku

tak sanggup ku eja
setiap jejak luka
yang
begitu getasnya
menanah

tak hendak ku sapa
duka telah menyelinap
diam
:diam
mencengkram
tiap buhul nadiku

haruskah kuberi nama
bilapun duka itu
bernama

dia yang hadir
diam
:diam
kini ada dalam mimpiku

masih kudengar tangismu
di sini
di dalam
sini.

maaf
aku tak selalu ada
untuk membasuh
laramu


By Herry suseno

Jumat, 15 Maret 2013

Aku dan Kenangan

lagi kangen kamu zier...
 
 


@malam kekasih lalu,,,,,
Seperti yang sudah,,,,,
aku tetap mencarimu,,,
Lewat bilah bilah mimpi di pejam mata,,,

@tak jua engkau hadir terseret masa,,,,
Engkau hanya terdiam disana,,,
Di sudut buram masaku yg mempesona,,,
Entah kapan engkau mau beranjak,,,,

@padahal kau lihatlah,,,,,!!!!!
Februari kita telah melesat....jauh makin tak terkejar,,,,
Bahkan oleh kepak sayap sekalipun;;;,
Kapan kau biarkan aku sendiri kenangan,,,????

@benar benar sendiri...
Tanpa engkau menari nari di denyut ingatan...
Tanpa engkau mengiris pilu segala sesal...
Tanya lagi tanya lagi tentang segala yg sirna,,,


Apa akan berbeda,,,,?????
Jika dahulu itu kugenggam engkau tak terlepas,,,???
Apakah akan sirna,,,,???
Segala nestapa yang kini melanda,,,????
Apakah akan datang,,,????
Segala bahagia yang ingin kau lihat,,,????
Kau pinta sangat meski bukan engkau disana,,,


Aku dan kenanganmu zier...
Telah membilang lelah,,,
Terlalu tua untuk sebuah kenangan,,,


260294

endless february




@februari@


aku pulang ke malam berbadai
saat kau pinang jemariku
memaharkan cinta pertama
putih
suci
tak berkalang noktah 
tak berkalang keraguan


aku duduk di beranda anginmu
meraba tiap jejak peninggalannya
menjenguk tiap desah kata kata cintanya
tak peduli hujan menenggelamkam jiwa

februari
datang
pergi
pasti




jika engkau pergi
dan kembali datang pada musim esok
bisakah ku aju satu pinta?
tolong bawa dia bersamamu!!!


biar kami rasakan kembali
saat dewa dewa memayungi kami
pada malam berbadai
ketika hati bertaut pertama kali

aku rindu


>260294<

KAMU




Sepi menggugat
Desah sang angin
Erang udara 
Raung badai
Riuh Semesta
Hanya selasar ini menghampa


Terbawa segala Harap
Kembang kuning
Jalan kerikil
Hujan rindu
Tumpah pada satu musim

Ada saat aku terduduk pasrah
Bisu mengurapi setiap kenangan 
Kelu mengingati setiap mimpi yang patah
Lalu sibuk mengeja satu satu rasa kalah



Ada saat nadir tentangmu hampiriku
Menggamit manja segala pilu
Mengumbar mantra tanya tanpa jemu
Kamu
Masihkah tetap berdiri di waktu
Terakhir ku lepas kisahmu kisahku

Cc 22 juli 2018

segumpal harap

cuma kamu yg pernah benar benar mencintaiku...
tanpa tara..

zier...
mizz u 
 
 
pejamkan mata...
pada riuh sepi gemuruh asa..
berharap ia kan hadir kmbali..
berenang renang dalam ruangku...
tak peduli hanya selindap..
cukup ku mengerti..
kalau kau tetap ada ...
ahhhh....
kenanganmu,,,,,zier..
mendarah..mendaging....
mengurat,,,,berakar,,,
aku hanya berulam harap...
lagi
lagi
lagi
lagi,,,,,

engkau jua di ujung takdir yg kupunya,,


>rabb....bisakah kuminta ke ajaibanmu hampiri kami,,,,,,????!<


mailiau 080113

dini hari

Kamis, 14 Maret 2013

Kenangan


 


Aku ingin memeluk dirimu
Dibawah naungan sunyi sang rembulan
Merasakan keabadian terdiam sjenak untuk kita
Merasakan helai anak anak rambutmu
mengisik keningku
Merasakan hembus nafasmu
Menyentuh pejam mata
ku
Merasakan getar suaramu
Mendawai di ruang telingaku


Kenangan
Menggayut manja di pucuk kalbu
Tak peduli air mata jatuh sesudahnya
 Rindu semata aksara
Ia merajuk bilah  penantian abadi
Hingga waktu lerai mengantarai

Katakan
Masihkah aku dibaris ingatanmu
Atau namaku  telah hanyut
Terbawa arus bahagia nan sejatimu



Mailiau township
03 desember 2012

bintang




aku melihatmu kekasihh;,,
menyungkup simpuh pada pualamku nan sunyi,,,
aku melihat airmatamu luruh,,,,
seperti kemarin kemarin,,,,jatuh,,,pada kuntum mawar
yg kau bawa untukku,,,



aku melihatmu kekasih,,,,
ketika kau tutup barisan malam yg kau punya,,,,
mengeja harfiah namaku,,,,,
"ana...rianaku...aku bodoh...membiarkanmu pergi tanpa senyumku,,,,"
 ku dengar selalu engkau menggumam sesal..
mengumpat detik terakhir kubagi senyumku....
pada amarahmu yg buram,,,,


 mungkin bumi telah melumerkan jasadku sayang,,,,
ia peluk aku dengan gelapnya,,,
membuaiku hingga baur kami menyatu,,,
tinggal nama dan penanggalan sejarah hari kemarinku,,,,
bersamamu,,,
terindah ....pertama....terindah...


tapi tahukah engkau kekasih,,,,????
jiwa ini tak pernah mati,,,,
ia ada di antara kedip gemintang malam,,,
memandangimu meski sayu merindu,,,


dan mengertikah engkau kekasih,,,
tangan tangan ruh ini ....
hati nisbi ini,,,
teruuuussss,,,,dan masih teruuuussss,,,,
menyulam helai helai doa,,,,
pada sang ilah,,,,,
"jadikan aku bidadari suragawinya duhai rabb,,,!!!
izinkan aku menantinya di sini,,,, di gerbang nirwana,,,,
hingga dapat tertaut kembali jemari kami,,,,
seperti selembar sejarah yg sempat terekam manis,,,,
seperti hasrat yang dulu menyala di dada,,,,
ia ingin aku mnjadi pendampingnya,,,"


aku tidak mati kekasih...
aku berdiam di antara bintang bintang...
aku terbang di antara ada dan tiada,,,,
aku dengar engkau teruuusss menumpas detik dengan sesalmu...
ooo kekasih,,, mengertikah engkau akan taqdir tiap tiap jiwa???
entah bagaimana entah kapan,,,
semua akan menjadi sepertiku,,,
bukan sebab engkau....
hanya taqdir...
taqdir...
taqdir


(riana)

Selasa, 12 Maret 2013

260294,,,,,,,part2

Sampai sekarang,ia tak pernah. Bisa melupakan sosok itu dan carikan kenangan mereka. apakah karena Tori yang pertama? ia datang padanya membawa kuncup cinta ketika hati masih bernama perawan suci. Lalu Toripun menghantu terus ada, mengendap di arus sungai ingatannya, kadang dalam rasa pedih tak bertera, namun tak urung munculkan senyum di bibirnya. kenangan tak melulu indah, namun terlalu berharga untuk terlepas begitu saja dari hati dan di sinilah ia. Halte pangkalan Jati Kalimalang.  perubahan halte ini., atau juga pos polisi di belakang halte ini kini berubah menjadi kantor samsat mengikuti riak zaman memang. namun bau masa lalu itu masih terhirup kuat hatinya. Dan ia duduk di bangku besi itu seakan teraba semua yg pernah mereja bagi bersama halte ini. aahh... rasanya baru kemarin pagi itu ada. saat ia harap harap cemas menunggu lelaki itu. padahal, jam perjanjian masihlah setengah jam kedepan dan rasa cemas berdetak, takut kalau Tori akan kembali menghilang seperti yg sudah sudah. senyumpun terkembang manakala Tori muncul. gerimis pagi menguyup di sosoknya yg jangkung.  "lama nunggu ya, By?" sapanya seraya mengibas ibas rambut ikalnya. sempat aur di hidungnya. mengantar wangi lelaki itu. (bahkan sampai kini masih tertanam kuat di otaknya). Ia hanya menggeleng.sibuk meredam dentum riuh di balik dada. "Apa ini?" heran ia ketika Tori mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. "buat elo." tuturnya "elo paling suka kan tu bunga? Kemaren gua naek...hee hee. gua curi dikit buat elo." edelweis,,! dalam rangkum mungil di telapak tangan. itu pertemuan mereka kembali. setelah dua tahun mereka tak bertemu dan lelaki itu tak pernah melupakan sekecil apapun hal yg jadi kesukaannya. Ia karam, dalam rasa cinta yang menyengat. "By...ke curug nangkanya ga' jadi ya...?! gua harus pulang cepet ntar sore kalo maksa ke sana ga' keburu.sory ya...?"  "ada acara ? " . "iya Nura minta anter ke acara tunangan temennya kita ke kbr aja ya?!.sory By..!?' kenangan pahit dan manis tetap saja berharga.

Senin, 11 Maret 2013

26,02,94,,part1

"gw ingin liat elo bahagia,Len.. walau itu bukan sama gw... gw janji suatu saat elo bakal liat gw bahagia, zier... walau itu bukan sama elo..." prolog. Menyusuri lagi sepanjang jalan raya Jatiwaringin.pada suatu hari di bibir senja. Kenangan terasa membungkus hangat udara.menyungkup hati, ia terhidu manis lewat udara basah sehabis hujan.dan itu cukup melemparku pada keabadian masa lalu. Memori,,, ia terlalu tua untuk terus tersimpan, terlalu usang untuk terus di nikmati.apalagi sampai membuatku nekat meninggalkan kotaku, hanya untuk luntang lantung tanpa tujuan.demi sebuah kenangan silam??? Tanpa tujuan? Oh, kurasa tidak! getar pada ponselku barusan cukup membuktikan kalau kedatanganku kembali ke sini bertuju.satu pada wajah tirus itu. gw lagi siap siap ontheway By.lo di mana? jadi kan ketemuan? awas jangan telat ya! hee hee gw dah gak sabar liat lo.masihkah sesexi dulu??? lo liat fotonya sih iya...hmmm... Belum ada yg berubah. lelaki itu selalu saja bisa memunculkan senyum di lekuk bibirnya. ada beratus episode terburai di kehidupanku setelah kepergiannya.