Sabtu, 16 Maret 2013

dukamu















ku dengar tangismu
lirih
ditiupi angin
dari sebrang

mengalun
menyusuri lembah lembah
tebing terjal
sisa keangkuhan diri

duka yang kau hembuskan
menjadi kabut
yang menyelimuti
hatiku

tak sanggup ku eja
setiap jejak luka
yang
begitu getasnya
menanah

tak hendak ku sapa
duka telah menyelinap
diam
:diam
mencengkram
tiap buhul nadiku

haruskah kuberi nama
bilapun duka itu
bernama

dia yang hadir
diam
:diam
kini ada dalam mimpiku

masih kudengar tangismu
di sini
di dalam
sini.

maaf
aku tak selalu ada
untuk membasuh
laramu


By Herry suseno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar