aku memang bukan angin semilir,,,
yang bisa mengusap segala peluh dan lelahmu,,,
aku memang bukan sang bumi,,,
yang bisa memberimu sebuah asa kehidupan,,,
aku bahkan bukan mentari pagi,,,
yang hadir untuk sebuah angan panjang hingga ia rebah dalam sunyi sang barat...
aku hanya mentari terik di tengah hari musim panas...
sebesar apapun cinta yang ku. punya,,,
ia hanya akan menghanguskanmu,,,
aku yang hanya tahu mencinta,,,
tanpa pernah tahu bagaimana cinta harus ku genggam,,,,
di tangan ku ia adalah pasir..
kugenggam...
hanya untuk terburai,,,
kukais,,,
nyeri sekujur jemari,,,
sepanjang abad menjadi seorang pecundang,,,
yang hanya mengerti cara untuk kehilangan,,,,
andai kau tahu,,,
rasanya begitu ingin aku menjadi pengusap laramu,,,
rasanya begitu ingin aku berada di sisimu saat kau tengah limbung,,,
bukan dia...
bukan dia..
bukan dia...
jika sekat jarak...
jika sekat maya..
ini tak pernah ada...
hanya kesejatian...
saat itu kau akan mengerti...
seberapa daya yg bisa ku uar...
keping...berbilah
merindumu
menangisimu
tapi tak berani menantimu
dan kubiarkan waktu selesaikan semua,,,
< selamat malam taqdirku......mungkin dengan lelap..segala akan lenyap.. >

Tidak ada komentar:
Posting Komentar