Kenangan,,,pahit manis dan ia berharga untukkku. betapapun sakitnya. Mengenang saat tersanding di sisi wanita lain menjadi yang kedua untuk Tori. Meski, mereka tahu betul. Ia yang pertama masuk kedalam hati dan kehidupan Tori.
Waktu tak pernah berpihak pada kisah mereka. Ia timbul tenggelam mempemainkan cerita. Latar belakang yang tak berpangkal sama. Perbedaan status menembok diantara mereka, memaksanya menyingkir sebelum sempat memulai pertarungan mempertahankan cinta Tori.
Ia benci kisah mereka begitu klise...
hanya tentang mata manusia, yang melihat harkat manusia dari materi dan status yg tersandang.Seperti bunda dan keluarga besar Tori.
Ah,,!!!
tak akan pernah ia lupakan tatapan sinis dan menghujam itu. Ketika untuk pertama dan terakhir Ia menuruti ajakan Tori menyambangi bunda Tori.
"Kontrakkan sekarang mahal ya, neng?! ntar, kalo kagak pada kuat ngontrak lagi mau pada kemane? pulang kampung? mending gitu dah,,!! betawi udah kebanyakan pendateng ribet sumpek.Tori mah kagak bakal boleh ama ibu kawin ama pendateng dah...ngapain?? perawan betawi masih ngampar.alim alim lagi.
Ia...sampai kapanpun tak akan pernah menyalahkan bunda Tori tidak..!!!.seorang ibu tetaplah seorang ibu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.
cinta mereka karam tanpa kata usai sepertinya mereka saling memberi jeda.
Aby takkan pernah sanggup membiarkan Tori bertarung dengan hatinya membuat pilihan sulit antara bunda dan cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar