malam
menghadirkan mimpi
desah angin
nyanyi yang samar
lembut mengalun
desah lembut
mengalun
mengalir di tiap
alir denyut nadi
detak degub nurani
:namamu
:namaku
senandung rembulan sabit
dini hari
ribuan pujian
hanyalah tersimpan
terbekam erat
kala tanya yang mengawang
tawa yang tersembunyi
duh gusti
ingin kubingkai dalam renung nurani
takdir-Mu kah?
atau bodohnya asa
yang terlalu memanja
:aku
:kamu
ah siapa perduli
selama senyum mawar
di bibirmu terukir
gelombang samudra pun
jadi tak cukup berarti
biarlah semua mengalir
melewati pembatas cakrawala
waktu yang mungkin bukan
milik kita
biarlah menyulam indah
di hari hari
yang kan kita lalui
menghadirkan mimpi
desah angin
nyanyi yang samar
lembut mengalun
desah lembut
mengalun
mengalir di tiap
alir denyut nadi
detak degub nurani
:namamu
:namaku
senandung rembulan sabit
dini hari
ribuan pujian
hanyalah tersimpan
terbekam erat
kala tanya yang mengawang
tawa yang tersembunyi
duh gusti
ingin kubingkai dalam renung nurani
takdir-Mu kah?
atau bodohnya asa
yang terlalu memanja
:aku
:kamu
ah siapa perduli
selama senyum mawar
di bibirmu terukir
gelombang samudra pun
jadi tak cukup berarti
biarlah semua mengalir
melewati pembatas cakrawala
waktu yang mungkin bukan
milik kita
biarlah menyulam indah
di hari hari
yang kan kita lalui

Tidak ada komentar:
Posting Komentar