Kau ingat
kita pernah bersama
mendentingkan senar gitar
di tepian sungai
menghabiskan malam
kau tatap mataku
dan tertawa
'kan kah kita taklukkan dunia
mengukir asa di rasi bintang
impian muda
yang begitu angkuh menggapai langit
Kau ingat
seringkali pula kita bersama
menyusuri lorong lorong kelam
pertokoan
mengais ngais sisa sisa
kehangatan hari
dengan seteguk dua teguk
kehangatan yang kita beli di kios pinggir jalan
Betapa seringnya kita
berbagi secawan kopi sebatang rokok
berbagi tinju dan tendangan
lalu lari tertawa tawa
setelah lawan jatuh terjungkal
masih pula kuingat
api yang membara dimatamu
menatap tetes darah yang mengalir di sela sela bibirku
Waktu yang sedemikian lalunya
kala akhirnya kita terpisah
kau dengan pemberontakkanmu atas waktu
aku atas pengembaraanku
mengarungi waktu
Jauhnya jarak yang membentang
bukan lagi atas jarak
tapi jua waktu yang tak mampu kusebrangi
kebersamaan yang manis
menjadi mimpi
yang tak mungkin kugapai
Sahabat
maafkan aku
yang tak ada di sisimu
saat ajal datang menghampiri
(in memoriam : torang suryana nur)
kita pernah bersama
mendentingkan senar gitar
di tepian sungai
menghabiskan malam
kau tatap mataku
dan tertawa
'kan kah kita taklukkan dunia
mengukir asa di rasi bintang
impian muda
yang begitu angkuh menggapai langit
Kau ingat
seringkali pula kita bersama
menyusuri lorong lorong kelam
pertokoan
mengais ngais sisa sisa
kehangatan hari
dengan seteguk dua teguk
kehangatan yang kita beli di kios pinggir jalan
Betapa seringnya kita
berbagi secawan kopi sebatang rokok
berbagi tinju dan tendangan
lalu lari tertawa tawa
setelah lawan jatuh terjungkal
masih pula kuingat
api yang membara dimatamu
menatap tetes darah yang mengalir di sela sela bibirku
Waktu yang sedemikian lalunya
kala akhirnya kita terpisah
kau dengan pemberontakkanmu atas waktu
aku atas pengembaraanku
mengarungi waktu
Jauhnya jarak yang membentang
bukan lagi atas jarak
tapi jua waktu yang tak mampu kusebrangi
kebersamaan yang manis
menjadi mimpi
yang tak mungkin kugapai
Sahabat
maafkan aku
yang tak ada di sisimu
saat ajal datang menghampiri
(in memoriam : torang suryana nur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar