Selasa, 09 April 2013

Sesosok bayang bernama :entah!

OLEH :  HERRY SUSENO

bayangmukah
disebrang gulitanya malam
tersenyum lambaikan tangan padaku
aku yang hingga kini bernama :entah

mencari sepercik cinta di tiap mimpi
sepenghujung jalan yang telah lelah kutapaki
dan kau, tak jua membentuk nyata
sosok bernama :cinta

kau, sanggupkah rasakan dinginnya hati
yang merindu begitu getasnya menyebut namamu selalu,
mengejanya huruf demi huruf
dengan bibir bergetar
kau selalu saja kau
bayang bayang khayal di ujung lamun
berbingkai serpihan mimpi
tak kunjung usai kurampungkan

:tak!
mungkin aku tak hendak berteriak
kepada bintang
pun jua purnama
walau luluh lantak hati dan jiwa
dalam lelahnya penantian tak berujung
mengetuk pintu hatimu dengan bergetar

kau lihat jari jemari ini
gemetar setiap kali coba mengetuk pintu hatimu
yang demikian rapatnya kau kunci

:cinta
sebentuk kata itu
mungkin tak cukup memiliki makna bagimu
setelah sekian luka yang bertubi
menikam hatimu
aku
sungguh terlambat kedatanganku
mencoba membasuh luka
yang telah demikian menanahnya
di dalam hatimu,
memborok dan membusuk

tapi tolong sekejab saja
lihat mataku yang nanap
sarat dengan tangis dan pedih
mencoba sedikit saja mencuri sejumput dua jumput rindu
yang mungkin masih tersisa
di bilik bilik ruang hatimu
sedetik dua detik kesempatan bagiku
menatap bintang yang berbinar dimatamu
serta seulas senyum di manis bibirmu
untuk ku simpan dalam
dalam di tempat
di suatu tempat dalam ruang hatiku

tapi, duuuuuh betapa mahalnya,
betapa sukarnya,
betapa hampir tak mungkinnya
bagiku menatap dalam dalam telaga bening
matamu senyum mawar
di bibirmu dan
membuatmu tetap menjadi bayang bayang
di penghujung mimpiku betapa samar,
betapa tak terjamah betapa nisbi betapa...................
menyakitkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar