tentang aku
riak membuih,,,
sekejap terseret,,,,
memeluk kekasih,,,
berpasir putih ,,,,,
lalu kembali,,,,
terseret taqdir,,,,,
kutenggelamkan,,,,
bahtera,,,,
pada fajar bening,,,
mendarah batin,,,
ia yang tercinta ,,,,
memelukku,,,
polos matanya,,,
tanpa butir air mata,,,
nanda,,,,
harusnya,,,
ketegaran itu semata,,,
milikku,,,
ku coba,,,,
taklukkan karang,,,
pada sudut sudut riadh,,,,
burdha burdha hitam,,,
seringai lapar para sang baba,,,
kemarau abadi kotamu riadh,,,,
terkenang,,,
membekas,,,
mengingat,,,
'betapa berharga sang tercinta'
badai melemparku,,,,
menyapu sudut sudut dolio,,,
mataharimu,,,
terindah dalam renjana budak nestapa,,,
aku mengalun,,,,
memeluk sudut mailiau,,,
karang ini,,,
karang ini tak bertenaga,,,
tapi mengapa,,,???
menguras segala rasa,,,
habisss,,,,
dan aku menderu,,,
kehilangan emosi,,,
apakah,,,
aku akan sampai kembali ,,???!
pada titik ketika
kupeluk kekasih
berpasir putih,,,,,???
26 juni 2015
menantimu dalam degup...
tunggu aku nanda,,!!!
tunggu aku bunda,,,
>kan ku tunai segala nestapa ini<

Tidak ada komentar:
Posting Komentar