Dulu, aku pernah nakal
Waktu sd , pulang sekolah kabur sama teman
Asyik bermain di pabrik patung kerabatnya
Memetik rambutan yang penuh sampai tanah
Sampai rumah hari nyaris petang
Mimi dan abah menatap gemas campur cemas
Sebatang pucuk singkongpun melecut di paha
Aku menangis dan tertidur, lupa kata maaf
Bangun tidur mimi sedang menatapku dengan mata kacanya
Di tangannya sebuah ikat rambut cantik penyesalannya akan lecutan
Aku benar-benar lupa akan tangis dan maaf
Asyik menata secuil rambut dengan hadiahnya
Lima tahun di neraka aku memang tak pernah kena tinju atau lecutan
Hanya teror dan ketakutan dari lelaki yang tak ingin kusebut bangsat
Karena darinya aku punya bidadari secantik nirwana
Nafas keduaku yang insya Allah akan selalu kujaga
Hari ini, rahangku kena tinju mentah
Pasien super duper itu mengaduk semua emosi yang kupunya
Udara dingin tanpa kopi dan sarapan bukan apa-apa
Entah kenapa rasa sakitnya terasa tidak sama seperti waktu mimi melecut paha
Akhirnya aku duduk mencangkung di tangga
Merasakan gigil dapur tanpa kompor yang enggan kunyalakan
Pelan-pelan aku meredam emosi gila
Dan menghitung mundur waktu yang tinggal dua tahun
"Aku sedang nyupang, dengan tumbal jiwa raga"
@Lenspam jalankarang Cc 8 01 21
Tidak ada komentar:
Posting Komentar