Sepanjang jalan kau sebar pecahan beling
Mengikutimu seperti buta tanpa kerlip
Aku merasakan koyak telapak kaki
Menembus sampai jantung tak bernadi
Tetap kuikuti meski tulangku tak lagi berwarna putih
Tak juga henti kau sebar pecahan beling
Bodohkah aku ? Menaruh puja bagimu selayak kerang ajaib
Demi sepotong senja terlanjur berkait janji
Berulang kali kedunguan menampar otakku, menyuruhku berhenti
Bebal ya bebal, aku terus memeluk harap selayak pandir
Tak juga sadar, kau telah lesat menjauh dan tertawa degil
"Bodoh! Kau terlalu puitis untuk mengetahui taring iblis"
Hei! Jika bumi yang ikhlas terinjak kau anggap sebuah ketololan abadi
Mari kuceritakan tentang kisah pilu koran-koran kuning
Ada saat ketulusan terus kusemai bukan semata aku pandir
Nanti kelak kau paham, bagaimana menangisi malam yang senjanya kau usir pergi
"Ta, waktu sehari hanya sampai di jarum angka dua belas, tak lebih tak kurang "
@Lenspam jalankarang Cc 18 januari 2021
#mydiary
#iamgettingsickwith
Sumber pict pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar