SEQUEL
Lena Pamungkas
Wanita yang kau pinang hatinya kemarin
Ia sedang tersesat ,mencari arah pelangi
Hatinya kopong bermuat pendulum mimpi
Ia pembenci segala asa bermahkota janji
Pejanji pendusta apa bedanya
Ketika mereka sama sama membuang tuai
Melemparnya pada kubangan lumpur
Ah! Tak tahukah bagaimana jiwanya lebur?
Wanita yang kau pinang hatinya kemarin
Bukan tak tahu lagi cara berkasih
Hanya duri mengoyak kalbu kelewat hebat
Ia karam dalam lautan darah dari lukanya
Mengapa tidak begini saja ,tuan?
Diam diam.kita duduk bersisian
Menghitung bintang mungkin
Atau sekedar merapal angin
Jangan beri arah pun nama
Biar saja ia tersesat
Sesesat perasaan wanita bertopi senja
Sesesat perasaan tuan bersuara
Chiayi 02052018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar