TERLALU PAGI
(sebuah catatan untuk seorang lelaki)
Terlalu pagi kau bangunkan aku dari mimpi.Tidurku semalam belumlah lelap dengan kejaran mimpi buruk yang kau beri.
Tapi baiklah, ku ucapkan terimakasih padamu,karena engkau telah menggugah,menyuguhkan aku secangkir kopi beracun,hingga aku benar benar terbangun,nyalang menatap matahari.
Kemarin embun kesabaran selalu menumbuhkan sayap malaikat di belakang punggungku,dan kunang kunang pengharapan selalu saja mampu menuntun amarahku akan dirimu,hingga tak sekalipun ku tutup pintu penghubung kita.
Tidak hari ini, zie, malamku kemarin adalah lolongan panjang srigala yang kehilangan padang dan gerombolannya,ia tersudut dengan sekujur luka bertaruh di tubuh. Itu aku,
Iya ,Aku! Aku yang telah hilang cara menjadi seorang bidadari untuk iblis bertanduk flamboyan sepertimu.
Hari ini,zie! Ku karamkan sisa sisa perasaanku padamu. Akan ku buang Ia ke langit sana,biarkan ia berkawan dengan bintang bintang dan menjadi hiasan mimpi bagi semua perempuan yang telah kau gunakan untuk menikamku secara perlahan.
Apa yang kau harapkan dari sebongkah kristal yang telah kau campak kesudut gelap ruangan kita ? Aku yakin kau tidaklah bodoh, sesuatu yang telah pecah berderai,lebih dari mustahil untuk kembali utuh, seberapapun keras usahamu untuk memintaku tidak terluka itu tidak akan berhasil.
Pagi ini kau datang menatap aku yang baru, aku yang terbangun dengan sayap retak berderak derak,namun semangat seutuh bulatan matahari itu.
Aku tak pernah mengenal kata lelah,namun aku teramat sangat lelah mengasuhmu dan perempuan perempuan yang sama keparatnya dengan dirimu itu,
Jadi,zie kataku usai ya usai. Aku telah mengutukmu menjadi prasasti lambang kebodohan manusia yang tak pernah mengenal kata syukur, mengutukmu selama sisa nafas dunia, menjadi lambang kedunguan manusia yang tak pernah mau menjaga miliknya sebaik mungkin.
Aku pergi,zie ,ku bawa mereka bersamaku. Berhentilah merengek dan mengais ludah yang kemarin kau muncratkan bersama serapah ke wajah kami.
Ah! Embun pagi ini menyapaku dengan wajah kudusnya yang baru.menawarkan helaian sayap malaikat untuk ku taruh lagi di belakang punggungku.
Aku bahagia membuangmu.
Salam manis dari wanita yang kemarin kesabarannya kau koyak buas.
Chiayi 31052018
Dedicate buat Mirra makasih inspirasinya 😊😊😉😊😉
Tidak ada komentar:
Posting Komentar