SESAP SAJA DINGIN KOPI KITA
'KARYA :HERRY SUSENO
Secangkir kopi
yang terhidang di mejamu
Diam diam dingin
seperti hembusan angin
yang menelisik setiap sudut kamarmu
Menyapu mimpi
yang diam diam selalu mengganggu
tidur dan jagamu
Sehingga ketika lelah menghimpit
Dan kantuk mencengkram
Kau pun tak kuasa pejamkan mata
Dapatkah tertidur
dengan mata nyalang?
Sedangkan tiap detak jantung yang selalu kau hitung
tak jua purna
Hidup butuh diperjuangkan
walau tak selalu menang
Tapi diam .....
diam saja
Mengeja hening, karena dia kan selalu setia menemani
Hingga akhirnya
ketika dipenghujung malam kau mungkin dapat berdamai
dengan DUKA
Mari kita bermain kata
Mungkin ia akan menjadi puisi
yang canggung
Tanpa irama bahkan mungkin tanpa makna
Jangan kita membebani lagi
nurani kita dengan keinginan
Yang malah akan membuat kita semakin jauh
dari arah yang kita tuju
Walau mungkin kita
tak sungguh sungguh tahu
Kemana kita harus melangkah
Ataukah mungkin
engkau, ya kamu
Ingin sekedar duduk tetirah di persimpangan
Sambil diam menghayati
alun gelombang dalam dada kita
Ya kau lihatlah!
Ada laut ada gunung dalam diri kita
Yang menanti untuk dijelajahi
Tidak
Tidak
Jangan kau kira aku sedang menulis puisi cinta
Usia ku terlalu tua untuk menyandungkan cinta
Biar saja cinta
hanya untuk remaja remaja yang belum tahu
Bahwa hidup jauh lebih besar dari itu
Dari cinta ?
Mungkin tidak juga
Karna bukankah semesta tercipta karena cinta
dari Sang Maha Cinta
Ah sudahlah
Kita bermain kata
Karena semakin lama
Ternyata kata semakin kehilangan makna
SOMEWHERE. 09 MEI 2022
pict by ROZA from pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar