Selasa, 22 Desember 2020

PANGKALAN JATI


Sesekali masih merindukan sudut-sudut nya
Jejeran akasia di antara desing polusi udara
Genangan air coklat sehabis sore hujan menggila
Raung canda senyum simpul lirik mata

Dia pernah ada , kemudaannya cerlang membintang
Di tangannya , serangkum edelweis tersipu terulur
Dalam acuh gerak, rasa meruah ,Abadilah 
Ayo kita berjalan perlahan melawan hujan

Ujung-ujung malam sontak khusyuk menitip sujud harap
Yaa rabbii,, jadikan kami sepasang bahagia
Takdirkan kami berikat kembang nirwana
Doa melangit burai merencah nyata  

Dia pernah ada, merangkum peluk dengan air mata di dada
Meminta janji musykil  di ujung sua meratap
Bahagialah ! meski bukan tanganku yang menggenggam
Keping kristal terakhir mendebu seiring salam perpisahan

Ada yang tak pernah bisa dikembalikan 
Tentang subuh atau siang atau sore yang terlewat
Nikmati saja senja  hari ini , dalam bingkai kenangan
Sebentar lagi malam akan menuai perjanjian

Belum juga mampu tertuai janji bahagia
hanya sesekali detak kerinduan 
Pada sudut -sudut  pangkalan jati sehabis hujan
Dan keremajaan kita berdua
Rapi menjadi simpul penutup kisah

"bahagialah ! Akupun akan lebih bahagia"

@Lenspam jalan karang Cc  03 Juni 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar