Sesekali masih merindukan sudut-sudut nya
Jejeran akasia di antara desing polusi udara
Genangan air coklat sehabis sore hujan menggila
Raung canda senyum simpul lirik mata
Dia pernah ada , kemudaannya cerlang membintang
Di tangannya , serangkum edelweis tersipu terulur
Dalam acuh gerak, rasa meruah ,Abadilah
Ayo kita berjalan perlahan melawan hujan
Ujung-ujung malam sontak khusyuk menitip sujud harap
Yaa rabbii,, jadikan kami sepasang bahagia
Takdirkan kami berikat kembang nirwana
Doa melangit burai merencah nyata
Dia pernah ada, merangkum peluk dengan air mata di dada
Meminta janji musykil di ujung sua meratap
Bahagialah ! meski bukan tanganku yang menggenggam
Keping kristal terakhir mendebu seiring salam perpisahan
Ada yang tak pernah bisa dikembalikan
Tentang subuh atau siang atau sore yang terlewat
Nikmati saja senja hari ini , dalam bingkai kenangan
Sebentar lagi malam akan menuai perjanjian
Belum juga mampu tertuai janji bahagia
hanya sesekali detak kerinduan
Pada sudut -sudut pangkalan jati sehabis hujan
Dan keremajaan kita berdua
Rapi menjadi simpul penutup kisah
"bahagialah ! Akupun akan lebih bahagia"
@Lenspam jalan karang Cc 03 Juni 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar