Selasa, 22 Desember 2020

SILENT PAIN

SILENT PAIN

Menatap jauh ke Lembah jingga Kita
Kuingat, Matamu pernah  mengejora dalam rasuk jiwa
Kugenggam sekalung asa bertalam abadinya cinta
Re, kelak pada waktunya Kamu dan Aku akan menjadi Kita

Tiga ratus enam puluh purnama bagian kita berkisah
Re, tidakkah Kau rindu bersamaku memerangkap kunangkunang?
Menjadikannya lentera terindah penghias sudut kamar
Ah, tidakkah Kali ini Kau terlalu lama menghilang ?

Aku kelu mengejawantah deru nyeri di Sudut jantungku sendiri
Diamdiam membodohi asa kelak kau Akan kembali
Duduk tepat di Sampingku menatap ngarai ini
Sambil nikmati sayup seruling senja berkidung mimpi

Aku tak letih menanti dan mencarimu meski sampai ke Ujung matahari
Sungguh Re, jika tentangmu, tak lagi kukenali rasa letih
Aku hanya tak paham bagaimana rasa nyeri harus kuusir
ketika rindu setara godam menampuk sekujur bathin

Re, sampai dini hari Aku masih sering terjaga dalam tandang tempat kita
Menatap kosong pada ngarai , berharap waktu kembali ke detik saat kita berdua
Berandai andai, kala itu Aku tak perlu memberimu luka
Mungkin saat ini Aku dan Kamu tengah bahagia menjadi Kita

Bukan sesunyi luka seperti yang saat ini kubawa sepanjang hayat
Pulanglah, Re ! 

 #lenspam  Jalan karang Cc 04 juli 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar