Kutebas tungkai-tungkai kakiku
Kuiris habis pangkal anak lidahku
Kucor lingga telinga sampai tiada lirih sanggup menyerbu
Yang tersisa hanya dua bola mataku
Ia tengah nanap menangkap warna-warni kelabu
Tetesan hujan merembes bumi dengan kepatuhan yang utuh
Tanpa ia tahu, aku selalu saja berkidung kenangan setiap kali ia berkunjung
Tanpa langkah, tanpa suara, tanpa pendengaran ternyata khusyuk
Hanya angin winter sibuk menampar-nampar dua sisi pipiku
Mereka tengah bercengkrama dengan bathinku
"Seperti ini bukan ? Sejatinya dirimu ?"
@Lenspam Cc jalankarang 23 des
2020
Sumber photo : pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar