Para pemilik kehilangan
Kemarin serupa mimpi indah, bukan ?
Duduk manis meronce senja yang segera datang
Jemari berkait enggan terlepaskan
Sampai kita terlupa ada beliung bernama takdir
Tuhan sengaja hanya menitipkan kasmaran sedetik
Lalu membiarkan waktu merompaknya sampai habis
Senja yang kita tunggu lebur menjadi serpih
Kalian pemenang ketika takdir mengalahkan
Cinta sejatinya tidak mati meninggalkan
Ia hanya berpindah tempat keabadian
Menunggu sampai bila jemari kembali bertautan
Aku iri, tidak salah bukan ?
Kekalahan kita sama dengan visual langit dan kerak buana
Saat aku tersenyum menguatkan jiwa
Sejatinya aku sedang sibuk menghibur rasa
"Aku tak pernah punya kisah sehebat kalian"
( Untuk semua sahabat-sahabat hatiku. Selamat malam , mimpi indah dengan orang-orang tersayang kalian )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar