Kau, ingin kemana pergi ?
Ke kanan ? Atau ke kiri ?
Semua jalan ada resiko pasti
Aku memilih diam berdiri memanggul lava di hati
Kau butakan mata dengan telinga menuli
Kau sumpal hati dengan kisah para peri
Kau bungkam mulut dengan bisu paling patri
Kau beri darah kembali untuk pertiwi
Dasamuka melayang-layang dengan gadanya
Rahwana berteriak lantang seakan korban sang rama
Aku , kamu , kita, kalian hanya sudra yang terbakar angkara
Saatnya maju membakar ladang gulma sampai purna
Tuan-tuan, kelaparan kami akan menjadi senjata mumpuni
Menjelma panah, tombak , parang bahkan api
Tuan-tuan, kesakitan kami akan menjadi ladang padri
Ketika tikus-tikus pertiwi akhirnya mati
Kapan itu? Seribu tahun lagi atau tak pernah pasti
Entah, sebab tikus telah menjelma menjadi sengkuni
Usai kurusetra pesta dengan pora dan api
Senyap , anyir menguasai udara sampai mati
Itukah yang kau cari ?
@Lens Pam jalankarang Cc 08 okt 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar