Kamis, 09 Mei 2013

sahara langit dewa

rasanya jadi begitu sepiiiii,,,,,,,
menemukan ia kembali pada nadir masa dan lalu,,,,,,,,
rasanya matahari itu mendadak mengutub,,,,,
putih,,,,
seperti salju,,,,
dan dinginnya menusuk jauuuhhhh melewati batas palung sukma,,,,,,,,
harus apa????????
menangis,,,,,,
hujan memang tak kan pernah lelah untuk teruss menyembunyikan tangis,,,,,,
merengek,,,,,,,
bahkan kesiur angin itu ialah desau lirih hati,,,,,,,
kembalikan,,,,,
kembalikan belukar yang dulu menyemak di jiwa;,,,,
aku diam,,,,
engkau diam,,,,,
aku menepi,,,,, 
engkau menepi,,,,, 
apakah takdirr harus membenarkan segala angkuh diri,,,,??????
lihat,,,,,!!!!!
lihat embun yang mengalir di mata ini,,,,,,
ia mengenang,,,,,
saat berbagi rangkum,desau, nadi menyatu,,,
lagu mendayu,,,,,
engkau membenci;,,,,
sebuah kepatutankah,,,??????
aku tara sahaya,,,,
tapi cukup,,,,,,,!!!!!
musim meratapku khatammm,,,,,,,,,
kau acuh,,,,,,

ku membisu,,,,,,
persetan,,,,,!!!!!
aku wanita,,,,,

bukan venusmu,,,,,,,,,^_^.,,,,,,
diam atau.pergi,,,,
aku tetaplah aku,,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar