rasanya jadi begitu sepiiiii,,,,,,,
menemukan
ia kembali pada nadir masa dan lalu,,,,,,,,
rasanya matahari itu mendadak
mengutub,,,,,
putih,,,,
seperti salju,,,,
dan dinginnya menusuk jauuuhhhh
melewati batas palung sukma,,,,,,,,
harus apa????????
menangis,,,,,,
hujan memang tak kan pernah lelah untuk teruss menyembunyikan tangis,,,,,,
merengek,,,,,,,
bahkan kesiur angin itu ialah desau lirih
hati,,,,,,,
kembalikan,,,,,
kembalikan belukar yang dulu menyemak di
jiwa;,,,,
aku diam,,,,
engkau diam,,,,,
aku menepi,,,,,
engkau menepi,,,,,
apakah takdirr harus membenarkan segala angkuh
diri,,,,??????
lihat,,,,,!!!!!
lihat embun yang mengalir di mata ini,,,,,,
ia
mengenang,,,,,
saat berbagi rangkum,desau, nadi menyatu,,,
lagu
mendayu,,,,,
engkau membenci;,,,,
sebuah kepatutankah,,,??????
aku tara sahaya,,,,
tapi cukup,,,,,,,!!!!!
musim meratapku khatammm,,,,,,,,,
kau acuh,,,,,,
ku membisu,,,,,,
persetan,,,,,!!!!!
aku wanita,,,,,
bukan venusmu,,,,,,,,,^_^.,,,,,,
diam atau.pergi,,,,
aku tetaplah aku,,,,,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar