Senin, 06 Januari 2014

ombak

sekujur kota itu meluka,,,,,
ku rasa,,,
ketika kita terakhir bersisian,,,,
seraya kau lumat habis sisa perjamuan bathin kita,,,,

bangku kayu itu ,,,,
kesetiaan musim dari bait bait perjumpaan,,,
derai hujan itu,,,
kesejatian pencarian,,,,
lalu merindu,,,
lalu gemuruh,,,,

matamu telah memerangkapku di sini ,zier,,,
memaksaku tuk terus melarikan hatiku,,,
pada sudut sudut kota kecil itu,,,,
pada jutaan serpihan usang milik kenangan kita,,,,

aku kembali lagi,,,,
memapah mimpi,,,
mengeja harfiah luka yg pernah tertitip,,,
dan masih rapi tersimpan,,,,

kota itu,,,adalah perawan kita,,,,
kota itu,,,adalah prasasti ,,,,

tempat hati senantiasa pulang

,,,,dalam rindu,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar