BOLA DUNIA
Semakin kisut
Semakin carut
Semakin marut
Semakin kusut
Di sudut, pezinah melenggang usai membuang telur pada setangkup roti busuk
Di tengah, anak anak mortir berlarian mencari tungkai-tungkai peziarah berbaju zirah
Di depan , para ibu sibuk mencaci putri kesayangan karena dilecehkan bapak baru
Di belakang, para legislator sibuk tertidur dengan gawai berhias slot slot keparat, candy crush saga katanya
Di pinggir, akar-akar rumput ditimbuni panas matahari , kering menunggu hujan tak kunjung hadir
Di sana jatuh cinta, di sini jatuh hianat
Di sana menggenggam puja, di sini meremas laknat
Ujung ufuk kelabu tanpa semburat warna emas milik fajar
Embun-embun kalang kabut kehilangan dedaun tempat bercumbu usai dini hari
Bola ini makin sampai pada kiamat sepertinya
Menunggu subuh menyambangi sebelah barat
Meronce tasbih bagi sang mahdi pembawa zaman keemasan
Tuhan, hamba masih lintang pukang
Sibuk mendupa duka yang sejatinya tak pantas disebut duka
Sibuk meratapi bangkai kemiskinan tanpa rasa syukur
"Sebodoh itu"
Pict from pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar