CATATAN PAGI
September 2012
Doulio yunlin taiwan
Merasakan kebebasan hakiki
Meski raga terpasung sekat tanpa warna
Bergumul lumpur gulma karung
Memeluk cangkul membabat ilalang
Meliuk sulur-sulur melon madu dan tomat
Merunduk semai hektar tanaman winter
Sesekali Dia mengajakku bertandang pada bentang kebun tetangga
Meminang butiran jeruk bali di dahan-dahan rapuh
Melahap badai berpayung lusuh sepeda usang
Tak lupa sebatang rokok terselip tak kuasa melawan basah
Keringat airmata kehilangan tempat
Ia mengering sekaligus ketika lelap
Mendahului kicau subuh menyapu bersih guguran daun-daun mangga
Semangkuk kecil nasi dan beberapa kecil potong acar mentimun
Mereka bukan saksi kisah tiga purnama
Mereka hanya teman tempatku belajar
Rasa bebal dan berpura-pura pandir
Lebih sering dibutuhkan demi tumpas nelangsa
Oktober 2012
Lambaian akhir summer sapaan awal autumn
Sesekali menatap bentang pegunungan
Berkhayal kekasih hati ada di sana
Melambaikan saputangan putih bersulam cinta
Semangat!!!
Kata-katanya buyar dititip raung taifong
Kekasih pergi direbut hingar formosa
September 2018
Jiwaku pernah sebebas burung-burung angkasa
Di peluk alam dibasuh keringat airmata
Terima Kasih Tuhan
Aku pernah sekekar waktu itu
Chiayi city 15 september 2018
#napak_tilas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar