Rabu, 19 Desember 2018

KERAT SESAL

KERAT SESAL

__@lenspam___

Wanita tua yang kupanggil Emak
Senyum simpul berlinang darah
Mata suram menatap kukusan tanak
Jiwa  pilu  bebayang temaram

Terkenang  ribuan hari  silam
hangat meracik segala   cinta
Duluu sekali
Sebelum prahara pongah melanda
Satu persatu kami pergi membawa langkah

Lelaki tua yang ku panggil Abah
Kekar ringkih di humbalang senja
Mimpi karam tercerabik suram
Masa tua penanda getas tertebas lara

Kukerat senja mereka tanpa jeda
Kuhujani ribuan duka nasib nestapa
Kupaksa genggam simalakama bertopeng nirwana
Aku pergi , Mak, Bah

Ceracauku menggulung damai
Badaipun singgah
Ratusan ribu purnama  rebah pasrah
Lelaku waktu bercerita hampa
Aku gemetar merayapi bilik dan jejak

Wanita tua yang kupanggil Emak
Lelaki tua yang kupanggil Abah
Aduhai mengapa bijak nian
Mereka tetap menyayang
Sementara diri selalu durjana mengepal tantang

Hari ini kota asing lengang direjam panas
Aku meleleh lumer tenggelam dalam pora air mata
Kusinggahi simpuh demi rindu pada wajah tua mereka
Tuhan , izinkan waktu bersamaku menebus sesal akan mereka

Cc 19 juli 2018

#Sudahkah_engkau_peluk_ayah_ibumu_hari_ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar