KERAT SESAL
__@lenspam___
Wanita tua yang kupanggil Emak
Senyum simpul berlinang darah
Mata suram menatap kukusan tanak
Jiwa pilu bebayang temaram
Terkenang ribuan hari silam
hangat meracik segala cinta
Duluu sekali
Sebelum prahara pongah melanda
Satu persatu kami pergi membawa langkah
Lelaki tua yang ku panggil Abah
Kekar ringkih di humbalang senja
Mimpi karam tercerabik suram
Masa tua penanda getas tertebas lara
Kukerat senja mereka tanpa jeda
Kuhujani ribuan duka nasib nestapa
Kupaksa genggam simalakama bertopeng nirwana
Aku pergi , Mak, Bah
Ceracauku menggulung damai
Badaipun singgah
Ratusan ribu purnama rebah pasrah
Lelaku waktu bercerita hampa
Aku gemetar merayapi bilik dan jejak
Wanita tua yang kupanggil Emak
Lelaki tua yang kupanggil Abah
Aduhai mengapa bijak nian
Mereka tetap menyayang
Sementara diri selalu durjana mengepal tantang
Hari ini kota asing lengang direjam panas
Aku meleleh lumer tenggelam dalam pora air mata
Kusinggahi simpuh demi rindu pada wajah tua mereka
Tuhan , izinkan waktu bersamaku menebus sesal akan mereka
Cc 19 juli 2018
#Sudahkah_engkau_peluk_ayah_ibumu_hari_ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar