PENGACAU
By. Lena Pamungkas
Telaga ini pernah kutemui
Teduh rerimbunan hijau di tepi
Kecipak air terayu angin semilir
Setiap kali penat hadir
Kubiarkan jiwa membawaku kemari
Tak lupa secangkir kopi moca dan setonggak kail
Teduh damai mengisi hati
Cangkirku terasa tak pernah sepi
Kailku terasa tak pernah mati
Kopi dan ikan pengetahuan penuh isi nadi
Itu kemarin-kemarin sebelum pengacau hadir
Membawa mortir menanam ranjau debil
Telagaku sayang porak bertubi
cangkirku sepi, kailku mati, nadiku perih
Haruskah aku berhenti di sini?
Atau terus datang membawa hati kerih?
Sementara si debil
Terus menanam ranjaunya bertubi-tubi
Cc 02 sept 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar