malaikat itu terpaksa patahkan sayapnya
Darah meleleh di punggung telanjang
Pada kabut dini hari berteman sebatang sampurna
Raung kalap abang-abang malam mencapai puncak
Pada lapak-lapak sampah dipanggang surya
Belatung menari di sela tangan mengais kardus lembab
Menjelang subuh ia pulang menahan perih di kedua sela
Receh lima puluh ribu terkepit manja pada ketiak
Menjelang petang ia menyeret langkah , wajah pasi lapar tak perlu ditanya
Belum ada seperakpun masuk ke dalam sakunya yang usang
Di pintu rumah berdinding kardus kulkas type paling mutakhir
Tiga senyum cilik menyambut penuh harap
"Mak, bawa makanankah hari ini ?"
@Lenspam jalankarang Cc 25 maret 2021
Sumber pict pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar