Seribu hati umbar bual "tak bisa hidup tanpamu "
Tercipta sosok iblis bertanduk rayu maut
Saga mata, degup denyut penanda belukar ranggas mengabu
Tetap saja sendiri, mencari kata sesat di tengah belantara ambigu
Jika Ia adalah wajah, sekujur nanah berbelatung angkara
Kemarin sibuk melesatkan mimpi-mimpinya bergores nama sinta
Hari ini sibuk pula menggeram penuh laknat
Di genggam tangan jemari para dewi mengekalkan kekalahan
Lupa cara memerah airmata yang hangat
Hanya paham cara mengusap darah dari tiap sayatan peninggalan mereka
Masih berbentukkah ??
Entah, bahkan rasa lelah telah mati tenggelam
@lenspam jalan karang Cc05 maret 2020
Edisi revisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar