By: Afenk roziq
Diserambi kecemasan dadamu yang digiring suara parau hantu-hantu penyembah..
Kau saksikan kekelaman jalan yang memantik ketakutan dilangit anganmu..
Serapah angin yang keluar dari aroma mulut berbau..
Menggelontorkan buncah durganya legawa..
Ooh.. terjadilah..
Diketiak mega..
Ada aroma kecut menggeleparkan sesi cemerlang yang sempat terbangun dikultuskan..
Diketiak mega..
Serumpun anak panah beracun engkau pungut dari bumbung ..
Engkau bidik dada garuda negeri ..
Engkau ingin garuda itu tersungkur..
Ia yang memapahmu terbang sebagai pipit yang menjelma elang yang justeru berbalik menyerang..
Diketiak mega..
Engkau larungkan hembusan angkara murka pada sekumpulan Awan putih cyrrus yang putihnya merata langit..
Kau tebar asap jelaga menodai cerahnya..
Dipermukaan mayapada ..
Aku dan banyak dari mereka menggunungkan secarik kertas interupsi sebagai pelana angin yang menembus angkasa..
Menyapu hitam pekatnya kekelaman altar Antara..
Dibalik ketiak mega engkau menderita kekeruhan yang berhasil menepis kebeningan jiwamu sendiri..
#RESOLUSI..
06 februari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar