Kepada mawar yang wanginya selalu samar
Kepada melati yang wanginya selalu liuk bak penari dara
Aku baitkan cinta dalam sunyi maha syahdu
Tentang indahmu ketika angin berhembus merayu
Bersiap mematahkan hati atau menjatuhkan hati hanya soal kekata
Dalam hening pastinya kau bisa membaca udara dini hari
Dimana para pemimpi membisikkan hibanya bagi sang illahi rabbi
Menggantungkan nama pada sempalan rusuk yang sembunyi
Perihal cinta selalu saja membuka mata angan lebih dari nyalang
Menggulung badai di lautan paling dalam dengan kisah pelaut yang lupa pulang
Melulu rindu berdentum seperti penyakit yang kehilangan obat
"Perihal cinta adalah membaca luka dan gelora pada detik paling sama , tanpa makna hanya tawa."
@lenspam jalankarang Cc 20 mai 2021
Source pict pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar