Puisiku karam sudah
Seiring kosong ruang jiwa
Tiada tersisa bahkan sedebu sampah
Hanya ada aku dan jendela kaca
Para lelaki bercerita soal tuba
Dikerjap matanya penuh sumpah
Janji sepotong tulang patah di rusuk mereka
Aku wajah yang asebab mereka langitkan doa
Pada puisiku yang tak lagi berdiksi majas
Pada tintaku yang kering tak berwarna
Aku dengar suara mereka dengan kantuk paling berat
Hanya sayup sebelum benar benar raib tak berupa
"Sebab kalian puisiku jatuh dalam palung paling marina, dan kurayakan hati yang kian mati tak beratma, aku dan ruang kosong melompong"
@lenspam jalankarangCc mai 2021
Pict by pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar