Kopi pagiku terasa aneh
Mungkin kau taruh sianida di sana, madam?
Atau karena tinjumu lugas menyapa
Memerahkan pipi dan derita
Rahang tertinju kepal rahwana
sebagian kekuatanku berkata
ini sama sekali bukan rintangan
Hanya untaian onak bagi sang pejalan
Sebagian kelemahanku berontak resah
Liar memagut amarah
Kepalpun siap meronai angkara
Sebab Aku manusia meski kau pandang dina
Tak sepatutnya tinjumu mampir menyapa
Lalu ada tinju lain menerjang
Tepat di sini, di hulu nurani yang terlupa
Tentang raahiim,tentang rahman
Dan burai udara terhirup pada tiap detik nafas
Cukuplah ALLAH tempatmu melarung gelisah
Sampai kau temukan titik jawaban
Di antara hening bersulam air dari mata
Seraya netra merabai ujung cahaya
Semoga perjalanan ini lekas usai
Lalu ku temukan secangkir kopi tanpa rasa aneh tersisa
Cc 20 07 2018
#second_insomnia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar