Minggu, 29 Juli 2018

Proklamasi tanpa aklamasi

Negri terindah
Tempat tertumpah segala angan masa tua
Tempat tergayut selaksa mimpi  keluarga
Rahayu gemah ripah surgawikah?

Aku belum punya pekik merdeka
Bagaimana aku bisa merdeka
Jika jiwaku terperangkap
Entah di dimensi mana

Pekikkan saja kata maafku
Kau darahku
Kau tulangku
Kau kecintaanku
Kau carutku
Kau juga marutku

Maaf
Jangan paksa aku berteriak merdeka
Merdekaku adalah hening dan kerontang
Gersang lalu meradang

Tunduk saat terkenang mereka yg telah pergi dalam hitungan abad
Pergi untuk menanam benih merdeka
Bagi nusa pertiwi tercinta

Mereka damai terlelap
Tanpa mengerti lagi di atas sana
Tanah yang dulu mereka tebus dengan tumpahan darah
Entah berbilang menjadi apa

Merdeka nyatanya
Bukan milik kami para marginal
Merdeka nyatanya
Hanya milik tikus-tikus pengerat sukma

Bahkan ketika teralis memasung raga
Mereka nyinyir dalam serapah merdeka
Prodeo bintang lima
Lalu bagaimana aku ikut merdeka

Pesalakan

17 agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar