Minggu, 29 Juli 2018

SENJA

Perawan ayu termangu di tepi karang
Menatap ufuk mulai temaram
Bibir ranum berdecak suram
Ia heran mengapa langit belum juga runtuh menimpaKetukan menit datang berjingkat
Di sisinya semburat jingga ikut menyapa
SENJA
Warna syahdunya adalah kenangan
Tempat ia khatamkan rasa kalbu nan larang
SENJA
Sapuan angin lembutnya adalah ingatan
Akan wajah tanpa rupa
Pandangan tanpa netra
Namun hadirnya tegas berada
SENJA,,,,
kepingnya nan indah adalah keabadian
Ia lebih dari sekedar kata singkat
Lebih sunyi dari sekedar makam makam tua
Namun pasti terukir lengkap di jiwa
Segala rasa atas nama cinta
Biar karam namun kudusnya tak akan lekang

Perawan Ayu duduk sunyi di tepi malam
Pipi merona semburat tangis berulam duka
Baru saja Senja terlepas dengan kobaran amarah
Telah ia taruh kedunguan hakiki pada sayapnya

Beribu purnama datang pergi mengantar senja

Perawan Ayu tak putus harap dalam seloka harap

Mencari patahan senja nya yang pertama

Saat seorang lelaki datang

Membawa mawar dan sekuntum surga

Mailiau  township

26 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar