Perawan ayu termangu di tepi karang
Menatap ufuk mulai temaram
Bibir ranum berdecak suram
Ia heran mengapa langit belum juga runtuh menimpaKetukan menit datang berjingkat
Di sisinya semburat jingga ikut menyapa
SENJA
Warna syahdunya adalah kenangan
Tempat ia khatamkan rasa kalbu nan larang
SENJA
Sapuan angin lembutnya adalah ingatan
Akan wajah tanpa rupa
Pandangan tanpa netra
Namun hadirnya tegas berada
SENJA,,,,
kepingnya nan indah adalah keabadian
Ia lebih dari sekedar kata singkat
Lebih sunyi dari sekedar makam makam tua
Namun pasti terukir lengkap di jiwa
Segala rasa atas nama cinta
Biar karam namun kudusnya tak akan lekang
Perawan Ayu duduk sunyi di tepi malam
Pipi merona semburat tangis berulam duka
Baru saja Senja terlepas dengan kobaran amarah
Telah ia taruh kedunguan hakiki pada sayapnya
Beribu purnama datang pergi mengantar senja
Perawan Ayu tak putus harap dalam seloka harap
Mencari patahan senja nya yang pertama
Saat seorang lelaki datang
Membawa mawar dan sekuntum surga
Mailiau township
26 Februari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar