Peluk dia untukku duhai wanita
Yang hatimu telah ia pinang
Yang ragamu telah ia sayang
Yang hidupmu telah ia timang
Cintai dia untukku duhai wanita
Aku yang telah cukup Ia kenang
Berbuntal episode kami terbuang
Demi hadirnya mimpi kalian
Sesajak lara kupintal selaksa duka
Saat hujan ribut memamerkan nestapa
Saat malam hening bertamu rembulan
Jiwaku tumpas dalam ingatan akan dia
Ada yang terpental untuk yang bahagia
Keniscayaan ambigu kudekap hingga lumat
Jikapun aku terpental demi surga kalian
Kapan ingatan sialan ini ikut berpulang?
Hai wanita , yang di pelukmu ada kisah tak berujungku
Tahukah bagaimana dahulu kami meramal angin dan kabut?
Menebarkan beribu kuntum mawar untuk udara subuh
Usai doa terpanjang pada tepi tahajudku
Tahukah kamu berapa lama aku dan dia menjadi kami?
Berayun-ayun ditentang buaian nasib
Timbul lalu tenggelam dilamun kerih
Sampai tamat segala janji
Dan kau hadir membawa bintang
Menjadi indah bagi tiap gelisahnya
Menjadi suar bagi tiap sesatnya
Menjadi dermaga bagi tiap sauhnya
Ada kekalahan yang tak kuasa kupasung dalam kamar gulita
Ia melonjak brutal mengangkangi air mata
Lalu aku terjun bebas kedalam jurang sana
Menamatkan aksara tentang harapan
Hanya ini kutitip di hari kalian
Peluk dia untukku sepenuh jiwa
Agar kelak malam-malam rindu akan dia
Menjadi bukan neraka bagi ingatan jiwa
Cc 20 08 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar