puzzle
Kepada hari hari yg tertinggal d belakang punggungku,
Kepada geliat angin d sudut kecil kota memori bernama jaktim.
Kepada gelenyar hujan dan senja yang berkejaran
kepada kerling sepasang mata almond
yang dahulu setia menemaniku menyambangi
cerita nasib ,satu demi satu
Tahukah kalian?
selama itu sudah
Kutaruh baik baik kisah tentang kalian dalam peti pandoraku
Serta ku lempar jauh anak kunci itu ke liang masa lalu
tak sekalipun berusaha ku buka
Hari ini mengetuk lgi sebuah ingatan
mungkin karena hujan turun tiba tiba tanpa berita
tempiasnya menampar nampar sampai ke bilik jiwa
tahukah kamu,rey?
katanya dahulu seraya mengambil sejumput awan putih
menaruhnya tepat di hela tanganku merubahnya menjadi serangkum edelweis impian kami
kelak,akan datang hari bernama masa depan
mau atau tidak,
ia akan memaksa kita
untuk menyusun potongan potongan puzle cerita kita ini,
tak perduli kita bersama seperti kuntum kuntum bunga kecintaanmu ini
atau lerai,seperti gumpalan awan yang terpisah
menjadi hujan saat ia mendarat di bumi
bersama atau terpisah bukan hal yang penting
selama itu tetap bertema kebahagiaanmu,rey
ya,hanya itu yang ku minta
cukup bahagialah kamu
dengan siapapun
seseorang yang kelak akan memetikkan rembulan untukmu
Sekalipun itu bukan kmu,noe?
rontaku mengalut seketika,
protes tanpa arah lalu
sibuk menyangkal segala prosa
ramalanmu tentang hari ini
Bagaimana aku bisa mengerti tentang bahagia?
jika yang kutahu bahagia hanyalah
suaramu
matamu
jemarimu
tawamu
amarahmu
diammu
bahagia buatku hanyalah kamu
Ia menggeleng menutup senyumku
meraup kuntum mawar perjumpaan kami
menaburkannya ke udara senja
menjadi taburan gerigis
membalutku dengan jubah kenangan
Kalian tahu?
hujan
angin
februari
pada titik titik tertentu
aku bagai tak berdaya di kulum rindu
Tanganku sontak gelisah mencari cari cari
di mana kubuang kunci pandora kita?
dan,di sinilah aku
demi sepotong rasa abadi tentang kalian
aku berbalur lagi
menghidu angin
menghirup hujan
mencari kerling mata almondnya
Itu dia!!
menungguku dengan rambut basah tersiram hujan
seperti biasa
Tangannya rapih menggenggam edelweis
menaruhnya baik baik di telapak nasib kami
dan terlarung sudah ribuan kisah
kelaut kepedihan kami
NOE,
Akhirnya aku bisa menemukanmu lagi
dengan kearifan yg dahulu terlalu sering kau pinta dariku
namun tak pernah mampu kutunjukan
Ini,,,
kukembalikan lagi sepotong puzzle janji kita
Aku rasa
aku telah bahagia
dengan cara yang ku bisa
Seperti katamu dahulu
Cukup susunlah puzzle2 itu
Dan biarkan cerita menjadi keabadian yang utuh
Tanpa harus termiliki
#ABSTRAK
tampines 03 04 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar