Menadikan sajak sajak
Lalu berdenyutlah pembuluh kisah
Tentang Aku, Kamu, Dia, Kalian, dan Mereka
Begitu manjanya kita
Berayun ayun di sulur ketiadaan
Kadang rasa rawan mengobarkan amarah
Mengerutkan kening pemahaman
Lalu terlepas emosi begitu mudah
Seperti jentik jari mengoyak lamunan
Sahabat segala yang terlupa(tentang masa yang penuh tekad)
Kekasih itu segala yang tersimpan(diam menjadi letup kalbu)
Kerabat segala saling menafikan(telah usai masaku bertanyamengapa?)
Musuh segala yang terdiam(kejujuranku membentuk kalian dengan indahnya)
Mensyairkan subuh dalam hening nan mati
Kehilangan petuah Mak, zikirpun raib
Kerontang segala ingatan akan penghujung malam nan surgawi
Tumpas di dera laknat yang terpilih
Melagukan malam kian pekat
Pengap lebih dari sesak
Hanya lelah pengusung jiwa
Seraya tudingnya tepat ke tengah batok kepala
“Pecundang,kau!” Sesegera itu pula aku menjadi lemah
Tiba tiba
Selimut tua bernama kenangan
Membalutku lembut
Tidurlah,bisiknya syahdu
Akan kami dongengkan tentang zaman keemasanmu dahulu
Patrikan saja pada dinding ingatanmu
Tentang gadis kecil yang tersipu lugu
Membaca selarik puisi cinta dari sang kekasih kalbu
Usai segala, mata rapat terpejam
mailau township 14 januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar